Unik, Karang Taruna Lampung Tengah Gelar Lomba Layang-layang Malam Hari
LAMPUNGTENGAH - Jika biasanya lomba layangan digelar pada siang hari, namun berbeda dengan lomba layangan yang diadakan di Kabupaten Lampung Tengah. Lomba layang-layang ini justru digelar pada malam hari.
Lomba layangan pada malam hari berhiaskan lampu tersebut
digelar Karang Taruna Lampung Tengah dalam rangka menyambut HUT ke-63 Karang
Taruna.
Kegiatan yang melibatkan kontesatan dari berbagai daerah si Lampung
Tengah itu digelar di Kampung Tulungkakan, Kecamatan Bumiratu Nuban, Sabtu
(16/9/2023).
Ketua panitia pelaksana, Rendi Proyoga, mengatakan, acara
lomba layang-layang tersebut merupakan bagian dari kegiatan menyambut HUT ke-63
Karang Taruna.
Untuk itu lanjut Rendi Proyoga, para peserta layangan hias
diwajibkan mengikuti lomba dengan mematuhi sejumlah aturan dari panitia.
“Karena di desa kami banyak pecinta layang-layang, maka
panitia sengaja mengadakan lomba seperti ini, kami juga membuka pendaftaran
bagi peserta dari luar," kata Rendi Proyoga.
Jenis layangan yang dilombakan adalah layang-layang bapangan
dengan aksesoris lampu sebagai hiasannya.
“Setiap peserta diwajibkan mentaati peraturan panitia,
seperti ukuran panjang benang, jumlah lampu hiasnya dan ukuran layangan. Untuk
panjang benangnya kami batasi sampai 70 meter, serta untuk lampunya kami juga
batasi tiga serta ukuran layangan 1 meter,†katanya.
Sementara itu Ketua Karang Taruna, Elsan Tomi Sagita,
mengatakan lomba layang-Layang ini bertujuan mengenalkan permainan lokal yang
pernah berjaya pada masanya kepada anak-anak zaman sekarang.
Sehingga lanjut Elsan, nilai-nilai kearifan lokal yang
memang masih tertanam di tengah masyarakat tidak mudah luntur dengan
kecanggihan era digitalisasi.
Elsan Tomi juga mengajak seluruh kader Karang Taruna Lampung
Tengah untuk terus berinovasi, serta berbuat untuk masyarakat di daerahnya
masing-masing.
Sementara itu, Asep Setiawan salah seorang peserta
mengatakan, jika dirinya mengaku gembira ketika panitia mengadakan ajang lomba
layang-layang hias pada malam hari.
“Ya jelas saya sangat senang dengan adanya kegiatan seperti
ini, di sini kan banyak sekali penggemar layangan, terutama layangan hias yang
selalu diterbangkan di malam hari,†katanya.
Pantauan di lapangan, ratusan peserta lomba layangan hias
memadati jalan tempat di adakan lomba, jalan tersebut terletak di tengah sawah.
Para peserta bersuka cita sambil menikmati indahnya cahaya
bulan sambil memandang terbangnya layang-layang mereka.
Informasi di lapangan, panitia menyediakan sejumlah Door
Prize dan hadiah untuk pemenang pertama sampai keempat.
Jumlah peserta yang mengikuti perlombaan itu sebanyak 500
kontestan.
Sementara yang dinyatakan sebagai pemenang adalah
layang-layang yang paling lama terbang hingga batas waktu yang
ditentukan oleh panitia.