Menjemput ANNA Part-3 ( Serial Fiksi Bersambung )

Menjemput ANNA Part-3 ( Serial Fiksi Bersambung )
suasana kota hongkong saat malam

Oleh : Erizeli Jely Bandaro

 

Seperti biasa setiap pagi saya lari pagi di sekitar Harbour Hong Kong. Setelah lari pagi saya akan Sauna ditempat Gym yang ada di Apartement. Itu rutinitas setiap pagi sebelum berangkat ke kantor. Team ICF mendatangi saya waktu sauna. “ Kamu kenal Steven? tanyanya
“ Tentu saya kenal. Dia sahabat baik saya.”
“ Dia sedang bermasalah dengan Fund Manager yang terhubung dengan Mossad. “ Saya terkejut. “ Mengapa ? Dia hanya pengelola Casino”
“ Dia gunakan Casinonya sebagai wahana pencucian uang. Dia kerjasama dengan Fund manager yang bertugas sebagai agent untuk membujuk clients dari Arab. Uang itu dia belikan CDMO sebelum dia salurkan kembali ke pada clientnya. Tapi sialnya, Lehman bangkrut, nilai CDMO terjun bebas. Steave kini dalam masalah besar. Fund manager itu menuntut uang kembali utuh. “
“ Wah ini masalah besar. Apakah Steave terhubung dengan Anna”
“ Tidak secara langsung. Tetapi salah satu mafia Rusia punya kerjasama bisnis dengan Steve dan Anna sedang diburu oleh Mafia Rusia itu.”
“ Mengapa sampai diburu?
“ Karena Anna melakukan fraud terhadap dana trust milik Mafia Rusia itu. Tapi engga usah kawatir. Mafia Rusia itu sampai sekarang tidak pernah tahu pasti tentang Anna. Dia menggunakan banyak alias atas dirinya. Anna tidak deal langsung dengan Mafia Rusia itu.
“ Oh My God”
“ Jaka, ICF minta kamu gunakan masalah Steave ini untuk masuk ke Offshore Fund Connection yang dikendalikan Anna. Hanya itu cara kamu bisa menguasai Asset yang dicurinya. Anna engga pusing dengan agent Mossad soal asset yang dia curi, karena dia tahu ICF akan lindungi dia. Tetapi dengan Mafia Rusia, tidak. Anna sedang ada masalah dengan Mafia Rusia, dan Steve sedang ada masalah dengan Fund Manager Mossad. Mereka berdua dalam posisi terjepit. Semoga berhasil. “ Kata Team ICF. Dia seorang Wanita asal Amerika.

***

Seusai memimpin Meeting Komite Investasi di Kantor Holding, Hong Kong, saya diajak Wada ke Macao bertemu Steven. Melalui helipad diatas puncak gedung, kami menuju Macao dengan Heli. Dalam perjalanan Wada berkata kepada saya. “ Steve baru pulang dari LA. Katanya dia punya CDMO senilai USD 5 miliar. Sekarang nilainya hanya USD 5. Kelihatannya dia panik. “
“ Panik?
“ Ya. “

Saya hanya tersenyum. “ Emang Steve bisa panik ? Kata saya. “ Dia cassino provider. Mana ada provider judi panik. Sama dengan Pemerintah AS. Gimanapun hancur bursa dan pasar, pemerintah AS senyum aja. Yang panik kan pemain “
“Bukan soal itu dia panik.”
“ Soal apa ?
“ Sebelum Lehman delisting , dia jadi channeling uang orang Arab untuk masuk ke pasar 144A. Maklum dia pemilik Cassino. Jadi tidak sulit dia pooling uang sebesar itu dengan alasan judi pretender. Sekarang uang itu menciut tinggal USD 5.”
“ Ya engga usah di pikirin lah. Yang korban kan bukan dia tapi si Arab itu”
“ Masalahnya, Arab itu menggunakan AMC sebagai manager investasi, yang ternyata berafiliasi dengan Mossad.”
“ Nah ini baru masalah. “ saya mengerutkan kening.
“ Ya masalah besar. “
“ Terus ngapain dia mau ketemu kita ?
“ Jaka, dia sahabat kita. Dia sangat respect dengan kamu. Ingat engga dia pernah bantu kita”
“ Ya saya tahu. Terus apa yang bisa kita lakukan untuk dia ?
?
“ Engga tahu saya. Tapi
dia sengaja telp saya untuk ajak kamu ketemu dia. Nanti kita akan tahu masalahnya. “
“ Ok.”

***
Heli turun di helipad gedung kantor milik Steven. Saya melihat kebawah nampak Steven melambaikan tangan. Ketika turun dari heli , Steven merangkul saya dan menyalami Wada. “ Jaka, ada setahun kita engga ketemu Ya.” Katanya seraya menuntun saya ke lift menuju lantai kantornya. “ Saya dengar kabar kamu memenangkan semua kasus di pengadilan Zurich dan Hong Kong. Hebat kamu Jaka. Padahal tadinya saya menanti kamu datang ke saya untuk menjadi bagian dari kamu bertarung dengan mereka.” Kata Steven didalam lIft.
“ Itu hanya masalah hukum. Dan lagi saya tidak bersalah.”
“ Bukan tidak bersalah. Tapi ada si Cantik Lyly dibelakang dia. Makanya kebenaran tetaplah kebenaran. Tapi kalau tidak ada lyly mana mungkin dia bisa menang lawan si Dannil Yahudi itu.” Kata Wada dengan ternyum.
“ Paham saya. Jaka punya banyak silent lover yang bisa berkorban apa saja untuk dia.” Kata Steven. Saya hanya tersenyum tanpa mau meladenin terlalu banyak. Karena baik Wada dan Steve adalah dua lajang yang tak pernah kehabisan bahan becandai saya. Kami semua sahabat dan satu usia.
“ Mau minum apa ? kata steven ketika kami masuk ruang kantornya yang megah, bahkan sangat megah. Di sudut ruang kantornya ada dinding yang dipenuhi beberapa layar CCTV. Semua lantai judi di tempatnya dapat dia monitor.
“ Wine ajalah. “ Kata saya.
“ Dan kamu ? Steve bertanya kepada Wada, yang menghampirinya “ Biar saya buat sendiri minuman untuk saya.” Kata Wada memilih botol minuman. Steven menghampir saya seraya menyerahkan Wine. Dia duduk di sofa , dan saya mengikutinya.
“ Jaka, saya ada uang kontan USD 400 juta. Apa kamu bisa bantu saya masuk ke pasar 144 A. “ Kata Steven. Dia berdiri dari duduknya dan melangkah menuju meja kerjanya dan mengambil dokumen yang ada di mejanya dan menyerahkannya kesaya, “ Kamu lihat ini “
“ Ya uang banyak ini. Tapi punya siapa ini ? kata saya menyerahkan kembali dokumen itu kedia.
“ Sekarang punya saya, tepatnya kita “
“ Kita ?
“ Ya saya ingin ini jadi proyek kita bersama. Saya, kamu, dan Wada”
“ Tapi saya bukan members 144 A. Bukannya kamu members ?
“Itu masalahnya. Saya tidak bisa lagi masuk ke pasar 144 A. Saya punya masalah dengan pooling fund yang menggunakan cassino saya untuk cuci uang. Dan sekarang sedang di investigasi oleh otoritas. Saya punya masalah besar, Jaka.”
“Sekarang kamu mau masuk lagi ? Aneh “
“ Biar saya jelaskan langsung persoalannya “ kata Wada menimpali ” Steve inginkan kita gunakan uang sebesar USD 400 juta itu untuk masuk pasar 144 A. Steven juga punya USD 5 miliar CDMO yang listed di 144 A. Nah dengan uang sebesar itu dan asset sebesar USD 5 miliar itu, kamu atur deal dengan members 144 A?
“ Kenapa saya ?
“ Bukan kamu tapi kita. Kami ingin kamu lead kita, Jaka.”
“ Tapi saya bukan members 144 A.”
“ Jaka, kamu kan direktur ICF. Itu 144 A sejarahnya di create oleh Gereja di bawah Vatican untuk menyembunyikan uang haram dan sekaligus wahana pencucian untuk dana filantropi” Kata Wada mencoba meyakinkan saya.
“ Please , Jaka, Hanya ini jalan saya bisa selamat dari kejaran AMC. Kamu kan tahu di belakang AMC itu ada tiger, yang kapan saja bisa menghabisi saya. “ Kata Steven, yang sekarang nampak berwajah panik.

Saya pandangi mereka satu persatu, dan akhirnya saya tersenyum, “ OK saya akan lakukan yang terbaik sebisa saya lakukan. Tapi please Steven, kalau masalah ini selesai, jangan lagi jadi agent para pemain uang haram. Kamu masuk dalam lngkaran ini pasti ujungnya masuk keranah politik. Kalau sudah masuk ke Politik, dunia inteligent bekerja dengan semua sumber dayanya. Siapapun akan hancur, bahkan kepala negara bisa tumbang. Paham kamu?
“ Paham Jaka. Saya kapok “
“ Beri waktu saya sampai besok”

Steven merangkul saya, dan Wada juga merangkul kami berdua. Jadilah saling rangkul

“ Kadang kalian ini aneh. “ Kata saya.
“ Apa ? Kata mereka serentak
“ Kalian membangun kerajaan bisnis dengan segala resiko tapi tidak membuat kalian bijak tapi pecundang. Selalu dikecam rasa kawatir berlebihan. Cinta dunia berlebihan. Itulah masalahnya. Jadi masalah itu ada pada kalian sendiri. “ Kata saya menatap wajah Wada dan Steven dengan lembut. Ini moment saya berdakwah untuk mereka. Karena mereka sahabat saya dan saya ingin mereka mendapatkan hikmah dari masalahnya.
“ Saya janji Jaka, kalau masalah ini selesai 1/3 harta saya akan saya sumbangkan untuk proyek kemanusiaan.” Kata Steven.
“ Yakin?
“ Saya juga , Jaka. “ kata Wada.
“ OK saya percaya, Kalian sahabat saya. Kita akan hadapi ini bersama sama”

(Bersambung)