Lampung Kejar Listrik Merata, Pertanian Jadi Prioritas

Pemprov Lampung memperkuat sinergi dengan PLN untuk memperluas akses listrik sekaligus mendukung pertanian, hilirisasi, dan ekonomi masyarakat.

Lampung Kejar Listrik Merata, Pertanian Jadi Prioritas
Foto: Istimewa

BANDARLAMPUNG — Pemerintah Provinsi Lampung memperkuat kerja sama dengan PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Lampung untuk memperluas akses listrik sekaligus mendukung produktivitas pertanian dan program prioritas pembangunan daerah.

Sinergi tersebut dibahas Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal bersama jajaran PLN UID Lampung dalam agenda Sinergitas Percepatan Jaringan Kelistrikan Daerah di Mahan Agung, Bandar Lampung, Sabtu (3/10/2026).

Mirza mengatakan pembangunan jaringan listrik harus diselaraskan dengan kebutuhan masyarakat dan sektor produktif. Menurutnya, listrik tidak hanya dibutuhkan untuk penerangan, tetapi juga menjadi infrastruktur penting untuk meningkatkan produktivitas pertanian, pelayanan publik, dan kegiatan ekonomi.

Saat ini rasio elektrifikasi Lampung disebut telah mencapai sekitar 99,8 persen. Namun, Pemprov Lampung masih menargetkan pemerataan akses bagi masyarakat yang belum terjangkau jaringan listrik.

Perluasan tersebut salah satunya dilakukan melalui Program Strategis Nasional (PSN) Listrik Desa. Pemerintah daerah dan PLN terus mengidentifikasi wilayah yang masih membutuhkan pembangunan jaringan.

Untuk permukiman yang berada di kawasan hutan konservasi, alternatif penyediaan listrik akan diarahkan melalui panel surya dengan tetap memperhatikan ketentuan lingkungan dan perizinan.

Kebutuhan listrik bagi fasilitas pelayanan publik seperti sekolah dan puskesmas juga menjadi perhatian dalam pengembangan jaringan.

Selain pemerataan akses, Pemprov Lampung mendorong agar listrik dimanfaatkan untuk meningkatkan nilai tambah sektor pertanian. Salah satunya melalui penyediaan jaringan untuk mesin pengering atau dryer yang berada di sejumlah desa.

Fasilitas tersebut diharapkan membantu petani menangani hasil panen setelah produksi sekaligus membuka peluang pengolahan komoditas sebelum dipasarkan.

Dukungan listrik juga diarahkan untuk mengoperasikan pompa air milik gabungan kelompok tani (Gapoktan). Penggunaan pompa listrik secara bersama diharapkan membantu pengairan lahan yang belum mendapatkan layanan irigasi secara optimal.

“Listrik harus bisa mendukung sektor produktif. Kalau mesin pengering bisa beroperasi dan pompa air bisa dimanfaatkan petani, maka manfaat listrik akan langsung terasa terhadap produksi dan pendapatan masyarakat,” kata Mirza.

Pemprov Lampung dan PLN juga membahas kebutuhan penerangan jalan umum (PJU), terutama di sepanjang koridor jalan dan kawasan pariwisata. Lampu LED hemat energi yang terhubung dengan jaringan PLN menjadi salah satu opsi yang dipertimbangkan.

Dalam pertemuan tersebut, Pemprov Lampung menyatakan siap membantu menyelesaikan berbagai kendala pembangunan jaringan, termasuk persoalan pembebasan lahan d