Inflasi Lampung Turun Jelang Ramadan
Inflasi Lampung turun 1,33 persen jelang Ramadan 2026. Pemerintah diminta perketat pengawasan harga pangan untuk cegah lonjakan.
BANDAR LAMPUNG – Provinsi Lampung mencatat tren positif dalam pengendalian inflasi menjelang Ramadan 2026. Berdasarkan data Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) Kementerian Perdagangan, hingga 16 Januari 2026 Indeks Perkembangan Harga (IPH) Lampung turun sebesar -1,33 persen pada pekan ketiga dibandingkan Desember 2025.
Capaian tersebut terungkap dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2026 yang digelar secara nasional dan dipimpin Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri, Tomsi Tohir, Senin (19/1/2026).
Rapat diikuti seluruh kepala daerah dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) se-Indonesia. Pemerintah Provinsi Lampung diwakili Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Bani Ispriyanto, yang mengikuti rakor secara virtual.
Secara nasional, tercatat 25 provinsi mengalami penurunan IPH, 12 provinsi mengalami kenaikan, dan satu provinsi stabil. Untuk Lampung, penurunan IPH dipicu oleh tiga komoditas utama, yakni cabai merah, bawang merah, dan cabai rawit, yang mengalami penurunan harga signifikan di pasaran.
Sekjen Kemendagri Tomsi Tohir menginstruksikan seluruh TPID di daerah untuk memperketat pengawasan harga, terutama menjelang Ramadan dan Idulfitri. Ia meminta pemantauan dilakukan langsung hingga ke tingkat gudang guna mencegah lonjakan harga yang tidak wajar.
Tomsi menyoroti lonjakan inflasi bulanan pada 2025 yang mencapai 1,6 persen atau naik lima kali lipat dibandingkan normal. Ia menegaskan, pengalaman kenaikan harga ekstrem pada momen Lebaran harus dicegah agar stabilitas ekonomi dan daya beli masyarakat tetap terjaga.
REDAKSI








