Pernyataan Kadisperindagkop Lukai Hati Lurah se-Kota Serang

KOTA SERANG – Para Lurah se-Kota Serang, Banten, menggeruduk kantor pemerintah kota setempat, Senin (07/09). Mereka memprotes pernyataan Kepala Disperdaginkop Kota Serang, Yoyo Wicaksono, yang menyatakan lurah tidak gaul dan tidak membaca berita sehingga informasi soal bantuan UMKM tidak sampai ke masyarakat.

Pernyataan Kadisperindagkop pada Jumat (04/09) itu dinilai telah melukai hati dan memancing reaksi para lurah.

Kedatangan para lurah disambut Asisten Daerah I, Anton Gunawan.

"Kedatangan para lurah se-Kota Serang ke Pemkot untuk menyampaikan protes. Lurah-lurah merasa kecewa dan dilecehkan atas pernyataan yang disampaikan oleh Kepala Disperdaginkop UKM kota serang," ucap Ketua Forum Silaturahmi Lurah (Forsil) se- Kota Serang, Suyanto.

Menurut Suyanto, para lurah selalu bekerja secara maksimal. Bahkan dia menyampaikan, para lurah merupakan pihak yang paling sering dicaci maki, dalam urusan bantuan penanganan COVID-19.

"Dalam urusan bantuan penanganan COVID-19, lurah bekerja 24 jam, jadi pernyataan Kadisperindagkop kurang gaul, kurang baca koran itu bertentangan sekali," ujarnya.

Di fasilitasi Asisten Daerah I, perwakilan lurah berhasil bertemu dengan Yoyo Wicaksono. Kepada para lurah, Yoyo menyampaikan permohonan maaf atas pernyataan yang dianggap melecehkan atau melukai hati para lurah tersebut.

"Saya atas nama pribadi, dan selaku kepala Disperindagkop Kota Serang, meminta maaf yang sebesar-besarnya jika salah mengeluarkan statemen. UMKM ini adalah program pusat. Makanya saya meluruskan, agar tidak salah paham," ungkap Yoyo.

Yoyo juga menjelaskan, barusan dirinya audiensi dengan para Lurah di Kota Serang, terkait bantuan UMKM dari Pemerintah Pusat.

"Alhamdulillah sudah tercatat terdapat 18,000 penerima bantuan, dan akan disalurkan secara bertahap," singkatnya.