Maksimalkan Pariwisata, Pemkab Pesisir Barat Minta Landasan Pacu Bandara Muhammad Taufiq Kiemas Diperpanjang

Maksimalkan Pariwisata, Pemkab Pesisir Barat Minta Landasan Pacu Bandara Muhammad Taufiq Kiemas Diperpanjang
Pj. Sekkab Pesisir Barat, Jon Edwar | Foto: Novan Erson/monologis.id

PESISIR BARAT-Kabupaten Pesisir Barat, Lampung, diproyeksikan menjadi sebuah daerah yang diproyeksikan menjadi pengembangan pertumbuhan ekonomi baru. Hal itu sendiri didukung dari letak strategis kabupaten paling ujungnya Lampung itu yang memiliki cukup banyak potensi, khususnya pada sektor pariwisata pantai dan surfing.

Bahkan kualitas ombak untuk bermain surfing di  kabupaten yang dijuluki Bumi Para Sai Batin dan Ulama itu, diklaim sebagai salah satu ombak terbaik didunia dengan jumlah spot untuk bermain surfing sebanyak 39 spot surfing. Hal itu juga terbukti dengan jumlah turis asing yang berwisata ke Pesisir Barat mencapai ribuan yang datang dari berbagai negara.

Kendati begitu, keberadaan Bandara Muhammad Taufiq Kiemas yang berada persis di ibukota kabupaten yang berbatasan dengan Provinsi Bengkulu itu hingga saat ini belum mampu menjadi pengungkit maksimalnya potensi surfing dan potensi disektor lainnya.

Bagaimana tidak, landasan pacu Bandara Muhammad Taufiq Kiemas yang hanya mencapai 1.450 Meter itu belum memungkinkan agar bisa mendaratnya pesawat boeing yang berbadan lebar dan mampu mengangkut penumpang dari puluhan hingga ratusan orang.

Pj. Sekkab Pesisir Barat, Jon Edwar, ketika dikonfirmasi diruang kerjanya, Rabu (31/1/2024) mengatakan bahwa, akses darat untuk menuju Pesisir Barat dari Bandarlampung, meski terbilang cukup bagus namun membutuhkan waktu tempuh yang cukup lama dengan kisaran enam hingga tujuh jam perjalanan.

"Maka salah satu solusi terbaik untuk memangkas waktu tempuh yang cukup lama itu adalah dengan memaksimalkan Bandara Muhammad Taufiq Kiemas," ungkap sosok putra daerah pertama yang menjabat Sekkab di Pemkab Pesisir Barat itu.

Menurut Jon, untuk memaksimalkan hal tersebut, Pemkab Pesisir Barat dituntut untuk mampu berupaya agar pesawat sekelas boeing dapat terbang dan mendarat di bandara dimaksud.

"Meskipun memang saat ini Pemkab Pesisir Barat baru mampu bekerjasama dengan Susi Air, dengan daya angkut penumpangnya masih sangat sedikit dan jam terbang pada Tahun 2023 lalu hanya satu kali dalam seminggu, dan di Tahun 2024 disepakati untuk meningkat menjadi dua kali dalam seminggu," jelas Jon.

"Artinya kondisi tersebut belum memadai untuk menjadi pendorong agar maksimalnya sektor pariwisata di Pesisir Barat," tutur Jon.

Meski begitu, Jon juga tak menampik permasalahan landasan pacu di menjadi kendala terbesar untuk bisa didarati oleh pesawat boeing di bandara dimaksud. "Karenanya Pemkab Pesisir Barat sangat berharap pemerintah pusat melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub) agar bisa melakukan penambahan panjang landasan pacu hingga 2.000 Meter, sehingga kendala-kendala untuk bisa mendaratnya pesawat boeing di Bandara Muhammad Taufiq Kiemas bisa teratasi secara maksimal," ucap Jon.

Jon juga mengakui untuk mengatasi permasalahan landasan pacu sangat tidak memungkinkan untuk bisa dilakukan secara cepat jika didanai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), karena hampir bisa dipastikan hal tersebut membutuhkan biaya yang sangat besar, sedangkan APBD Pesisir Barat tergolong kecil dari seluruh kabupaten/kota se-Provinsi Lampung. Selain itu juga akan membutuhkan waktu yang lama, serta ditambah dalam hal pengelolaan bandara juga sudah diserahkan ke Kemenhub.

"Lagi-lagi Pemkab Pesisir Barat berharap agar Kemenhub dan kementerian terkait lainnya agar persoalan kendala di bandara tersebut bisa diatasi serta potensi-potensi lainnya di Pesisir Barat dapat di eksplor dengan maksimal," imbuh Jon.

Dengan adanya pesawat boeing yang bisa mendarat di Bandara Muhammad Taufiq Kiemas, Jon meyakini penerbangan dimaksud akan menjadi akses yang paling diandalkan untuk memaksimalkan pariwisata di Pesisir Barat.

"Karena memang Pesisir Barat merupakan sebuah daerah yang tergolong paling diminati oleh para turis asing untuk dikunjungi, dan selama ini persoalan akses yang jauh dan serta waktu tempuh yang lama menjadi kendala terbesar Pemkab Pesisir Barat untuk memaksimalkan pariwisata di Pesisir Barat," terang Jon.

Masih kata Jon, dengan adanya pembangunan infrastruktur penambahan landasan pacu hingga 2.000 Meter, hingga adanya pesawat boeing yang melakukan aktivitas penerbangan di Bandara Muhammad Taufiq Kiemas akan mampu meningkatkan jumlah turis asing yang masuk ke Pesisir Barat, ditambah dengan sudah adanya penerbangan rute Bali-Jogja-Lampung.

"Bahkan dengan adanya penerbangan pesawat boeing di Bandara Muhammad Taufiq Kiemas, juga akan diminati oleh masyarakat yang ada dibeberapa kabupaten tetangga Pesisir Barat, seperti Kabupaten Lampung Barat (Lambar), Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan Provinsi Sumatera Selatan, dan Kabupaten Kaur Provinsi Bengkulu. Karena memang jika dihitung waktu tempuh dari OKU Selatan dan Kaur untuk menuju Pesisir Barat tidak lebih dari dua hingga tiga jam perjalanan darat dan waktu tempuh tersebut masih jauh lebih efisien ketimbang harus ke bandara yang ada di masing-masing ibukota provinsi. Sedangkan Lambar sendiri untuk ke Pesisir Barat waktu tempuh paling lama satu jam," tandasnya.

"Artinya sangat diyakini bahwa nantinya aktivitas penerbangan pesawat boeing di Bandara Muhammad Taufiq Kiemas akan berlangsung maksimal," tukas Jon.