Unila-BPS Lampung Sinergikan Program Pojok Statistik dan Desa Cantik

Unila-BPS Lampung Sinergikan Program Pojok Statistik dan Desa Cantik
Foto: Istimewa

BANDARLAMPUNG-Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung menggelar diskusi dan koordinasi dengan Wakil Rektor Bidang PKTIK Universitas Lampung (Unila) Dr Ayi Ahadiat, Senin (19/2/2024). 

Diskusi dilakukan untuk menindaklanjuti implementasi kerja sama antara Unila dan BPS Lampung.

Pada pertemuan itu, Prakom Madya BPS Sudiyanto menerangkan, dalam waktu dekat BPS akan menjalankan sejumlah program penguatan data statistik, khususnya data statistik Provinsi Lampung.

Untuk mengimplementasikan hal ini, BPS Lampung menggandeng Unila dalam mengakselerasi penggunaan Pojok Statistik serta beberapa program BPS lainnya. Salah satu program yang digagas BPS yakni Pojok Statistik dan Pembinaan Desa Cinta Statistik (Desa Cantik).

Aplikasi layanan Pojok Statistik ini sebelumnya sudah berjalan di Unila dan beberapa perguruan tinggi lain di Indonesia. Program juga bertujuan untuk memberikan akses layanan yang mudah, cepat, dan murah, bagi pengguna data BPS.

Selain itu terdapat program Desa Cantik yang merupakan langkah pembinaan statistik sektoral di tingkat desa secara berkesinambungan dan komprehensif.

Menanggapi hal itu, Dr. Ayi Ahadiat mengatakan, Unila siap berkolaborasi bersama BPS Provinsi Lampung untuk mewujudkan program Pojok Statistik, Desa Cantik, dan berbagai program BPS lebih luas. Unila selaku mitra kerja sama BPS siap mengimplementasikan fungsi BPS secara berkelanjutan.

“Untuk itu BPS bersama Unila akan menyelenggarakan kegiatan dalam waktu dekat, seperti workshop yang bisa diikuti dosen dan mahasiswa. Selain pengetahuan tentang penggunaan program di BPS, benefit kegiatan ini juga mendapatkan sertifikat bagi peserta,” ujar Ayi dikutip dari laman Unila.

Diskusi ini dihadiri langsung perwakilan FEB Unila Ukhti Ciptawaty, Kepala Divisi Kerja Sama PKLI Arif Darmawan, jajaran BPS Madya dan Pratama antara lain Hardianto, Yasir Wijaya, K. Nurika Damayanti, dan Mukhlis.