PUPR Pesisir Barat Terus Tingkatkan Jalan Kabupaten di Pedukuhan

PESISIR BARAT - Pemerintah
Kabupaten (Pemkab) Pesisir Barat, Lampung, melalui Dinas Pekerjaan Umum dan
Penataan Ruang (PUPR) hingga kini terus berupaya melakukan peningkatan jalan
kabupaten, utamanya akses yang menghubungkan wilayah-wilayah pedukuhan yang
menjadi lokasi perkebunan masyarakat.
Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga Andrian Sani mendampingi
Plt Kepala DPUPR Murry Menako, ketika dikonfirmasi diruang kerjanya, Senin
(5/6), mengatakan bahwa pada dasarnya tujuan dari gencarnya upaya peningkatan
jalan kabupaten yang menghubungkan wilayah pemukiman penduduk dengan wilayah
lokasi perkebunan masyarakat, seperti kopi, lada, cengkih, hingga kakao oleh
Pemkab Pesisir Barat melalui PUPR dalam rangka memudahkan masyarakat dalam
memobilisasi hasil perkebunannya.
"Dengan demikian target Pemkab Pesisir Barat dalam
upaya terus meningkatkan taraf kesejahteraan masyarakat sesuai dengan bidangnya
masing-masing secara bertahap dapat terwujud," ujar Sani.
Menurut Sani, berdasarkan data sejak empat tahun terakhir
sudah cukup banyak akses jalan menuju wilayah perkebunan yang telah dilakukan
peningkatan berupa hotmix.
"Diantaranya ruas jalan Tanjungrejo - Sukamarga (Talang
Gisting) Kecamatan Bangkunat sepanjang 2,3 KM, dimana setelah jalan tersebut
selesai dilakukan peningkatan, jaringan listrik PLN pun ikut masuk, ruas jalan
Sukarame - Talangsebelas Kecamatan Ngaras sepanjang 3 KM," papar Sani.
"Selanjutnya ruas jalan Ulokmukti - Bumiratu dengan
panjang 2 KM, ruas jalan Marang - Kupangulu Kecamatan Pesisir Selatan sepanjang
5 KM, ruas jalan Marang - Wayhandop Kecamatan Pesisir Selatan sepanjang 2,5 KM,
ruas jalan Negeriratu Tenumbang - Atar Kelawi Kecamatan Pesisir Selatan
sepanjang 2 KM, ruas jalan Asat - Tebakak Kecamatan Karyapenggawa sepanjang 1,5
KM, ruas jalan Walur - Kawatkuda Kecamatan Pesisir Utara sepanjang 2 KM, dan
ruas jalan Sukamarga Cahyanegeri - Lintik Sukamulya Kecamatan Lemong 5 KM dan
masih ada titik-titik lainnya ruas jalan yang sudah dilakukan
peningkatan," imbuh Sani.
Kendati demikian, Sani juga tak menampik jika dari beberapa
ruas jalan yang sudah dilakukan peningkatan tersebut, masih ada beberapa ruas
jalan yang belum rampung dilakukan peningkatan hingga titik akhir atau hingga
ujun ruas jalan dimaksud.
"Kendala yang ditemukan juga beragam. Mulai dari
terbatasnya ketersediaan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) hingga
dengan terkendala aturan, dimana jalan tersebut masuk dalam kawasan Hutan
Produksi Terbatas (HPT), Hutan Lindung (HL), dan masuk dalam kawasan Taman
Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS)," lanjut Sani.
Lebih lanjut dikatakan Sani, meski menemukan banyak kendala,
utamanya dalam hal kemampuan anggaran yang terbatas hingga dengan terbentur
dengan aturan terkait HPT, HL, dan kawasan TNBBS, pihaknya tetap berupaya
meminimalisir permasalahan dimaksud dengan dilakukannya peningkatan secara
bertahap hingga berkoordinasi dengan stakeholder terkait dalam hal menemukan
solusi terbaik untuk dilakukannya peningkatan ruas jalan yang masuk dalam HPT,
KL, hingga kawasan TNBBS.
"Artinya Pemkab Pesisir Barat sangat serius dalam
melaksanakan peningkatan infrastruktur jalan kabupaten, khususnya jalan
penghubung dengan wilayah-wilayah perkebunan. Dengan adanya infrastruktur jalan
yang maksimal hingga ke wilayah perkebunan tersebut, tentu harapan Pemkab Pesisir
Barat adalah masyarakat menjadi jauh lebih mudah dalam memobilisasi hasil
perkebunan mereka dan kesejahteraan masyarakat juga dapat meningkat,"
pungkasnya.
Ia menandaskan pada Tahun 2023, beberapa ruas jalan yang
akan dilakukan peningkatan yakni, lanjutan peningkatan ruas jalan Ulokmukti -
Bumiratu Kecamatan Ngambur hingga tuntas sepanjang 3 KM, ruas jalan
Penyandingan - Pemerihan Kecamatan Bangkunat sepanjang 3 KM, ruas jalan
Bangunnegara - Kampungsawah Pekon Tanjungraya Kecamatan Pesisir Selatan
sepanjang 1,5 KM, dan ruas jalan Rawas Kecamatan Pesisir Tengah - Waynapal
Kecamatan Krui Selatan sepanjang 3,4 KM. "Beberapa titik ruas jalan
dimaksud akan dilaksanakan di Tahun 2023," tandasnya.
"Meski APBD kita yang sangat terbatas, Pemkab Pesisir
Barat melalui DPUPR tetap berkomitmen melalukan peningkatan jalan secara
bertahap," tukas Sani.