Mantan Ketua Bawaslu Riau Kandidat Calon Sekretaris DPW PRIMA

JAKARTA – Partai Rakyat Adil Makmur (PRIMA) Provinsi Riau saat ini sudah mengajukan 7 struktur kepengurusan tingkat kabupaten/kota untuk di verifikasi kelayakan dan diajukan ke Dewan Pimpinan Pusat (DPP).

“Dari 7 itu, sudah di SK-kan sebanyak 3 kabupaten dan 5 lagi masih dalam tahapan verifikasi internal kami. Apakah nama-nama yang terkait memiliki persoalan dalam etika politik kerakyatan atau tidak,” kata Topan Meiza Romadhon, pengurus PRIMA Riau di Fontana Tower, Jakarta, Senin (31/05).

Ada nama Ibrar, pengacara Bank Riau Kepri dan PT Pengembangan Investasi Riau (PIR) serta Edy Syarifuddin, mantan Ketua Bawaslu Provinsi Riau yang sudah menyatakan bergabung serta diproyeksikan menjadi Sekretaris Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PRIMA Riau ke depan.

“Bang Edy serta Ibrar pernah terlibat dalam struktur peyelenggara Pemilu, sudah menyatakan bergabung bersama kami, Alhamdulillah. Kedua figur ini dikenal sangat agamis dan berkehidupan sederhana,” kata Topan.

Edy misalnya, diketahui masyarakat atau politikus di Riau sebagai sosok yang sangat humble. Kalau dilihat dari segi harta benda, sosoknya dapat dikatakan jauh dari prilaku korup. Dari itu, saya bersama bung Rinaldi sudah mengusulkan nama beliau sebagai kandidat kuat sekretaris DPW PRIMA Riau,” jelasnya.

Sementara itu, Rinaldi membenarkan bergabungnya mantan pimpinan Bawaslu Riau tersebut.

Dirinya juga mengungkapkan sudah lama mengenal pria kelahiran Pekanbaru itu. Menurutnya, bergabungnya Edy ke PRIMA, dapat menjadi ‘pustaka berjalan’ partai.

Saat membutuhkan referensi ke-Pemilu-an. Saya mengenal bang Edy saat membangun KIPP kembali pasca-lama vakum di Provinsi Riau. Beliau sangat mengerti bagaimana menegakkan aturan hukum ke-Pemilu-an,” ujarnya.

Dengan bergabungnya Edy Syarifuddin diharapkan menjadi vitamin yang sangat menggairahkan bagi PRIMA Riau.

Sementara itu, Edy Syarifuddin membenarkan informasi tentang dirinya yang telah bergabung dalam partai baru tersebut. Menurutnya, merawat keberagaman yang diikat dalam nilai-nilai luhur kebangsaan di Indonesia adalah sebuah pekerjaan yang harus dilaksanakan.

“Saya berpendapat, salah satu nilai luhur yang mesti kita rawat bersama adalah rasa dan sikap saling menghargai. Dan bagi saya, di usia sekarang ini, berjuang di partai adalah salah satu pilihan untuk ikut andil membela hak-hak rakyat serta mencapai kemakmuran secara bersama-sama. Apalagi, saya ini rakyat biasa,” kata dia.

Menurutnya, rakyat biasa seperti seperti dirinya sangat cocok bergabung di PRIMA. Dia berharap, dengan dideklarasikannya partai baru ini pada 1 Juni 2021 besok, perjuangan ekstra-parlemen dan intra-parlemen mampu disingkronisasikan guna menghadang agenda jahat oligark di Indonesia atau bahkan dunia.