Empat Desa di Taniwel SBB Sepakat Damai
SERAM BAGIAN BARAT - Pascabaku lempar dan saling serang menggunakan senjata tajam yang terjadi pada Sabtu akhir pekan lalu, warga desa di Kecamatan Taniwel, Seram Bagian Barat (SBB), Maluku, berakhir dengan kesepakatan damai.
Kesepakatan damai dilakukan lewat mediasi yang melibatkan pemerintah desa, tokoh agama, masyarakat, pemuda dari empat desa tersebut yakni Desa Taniwel, Riring, Buria, dan Niniari.
Mediasi berlangsung di kantor Camat Taniwel, pada Selasa (23/03) kemarin.
Kapolsek Taniwel Ipda Joel Mauwa kepada media mengatakan, mediasi sudah dilakukan dan empat desa di Taniwel yang terlibat baku lempar dan saling serang bersepakat damai.
Sementara, soal penghinaan terhadap teong Desa/Negeri Buria Gunung terkait akan diproses.
"Kami siap melakukan langkah hukum, dan harus ada laporan resmi dari masyarakat guna ditindaklanjuti," ungkap Kapolsek.
Sedangkan proses hukum terkait pemukulan yang terjadi tetap akan di lakukan langkah-langkah kepolisian sehingga tidak menimbulkan masalah baru dikemudian hari.
Mauwa mengatakan, pihaknya akan melakukan langkah- langkah mediasi terkait dengan pemukulan yang dilakukan antarpelajar SMA Negeri 4 Seram Bagian Barat tersebut, akan secepatnya kita sikapi agar tidak lagi terjadi hal serupa yang melibatkan sesama masyarakat desa di 4 Kecamatan Taniwel.
"Terus dilakukan mediasi, dan proses hukum terkait pemukulan, akan di lakukan langkah - langkah kepolisian sehingga tidak menimbulkan masalah baru dikemudian hari, apalagi korban dan pelaku merupakan anak dibawah umur," ujarnya.
“Kami pihak Kepolisian tidak bisa bekerja sendiri tanpa ada bantuan dan dukungan dari pemerintah dan masyarakat empat desa, dan kita ada disini untuk mencari solusi guna penyelesaian konflik yang terjadi.dan masalah yang terjadi kemarin harus segera diselesaikan sehingga tidak berlarut-larut dan akan menimbulkan permasalahan baru,” imbuhnya.
Dia menegaskan, agar pertemuan yang menghasilkan kesepakatan damai dapat disampaikan kepada masyarakatnya masing-masing, terutama anak didik, bahwa sudah ada kesepakatan damai, dan tidak ada lagi dendam permusuhan diantara sesama.
Dijelaskannya, situasi keamanan baik didesa maupun di kecamatan aman dan tentram bukan ada pada tangan pihak kepolisian, namun tanggung jawab semua.
"Saya minta agar masyarakat empat desa untuk menjaga keamanan dan ketertiban diwilayahnya masing - masing dan tidak terprovokasi dengan isu yang hanya untuk ciptakan konflik sesama masyarakat empat desa diwilayah Kecamatan Taniwel," ujarnya.
Untuk diketahui, bahwa permasalahan sehingga terjadinya aksi saling lempar dan serang menggunakan alat tajam tersebut berawal dari pemukulan dan perkelahian antara pelajar dari desa Taniwel dan Buria yang sama-sama merupakan pelajar SMA Negeri 4 Seram Bagian Barat dan kejadian itu telah di tangani oleh pihak Kepolisian Polsek Taniwel.