Bakrie Amanah Khitan Gratis 300 Anak di Lampung
BANDARLAMPUNG-Bakrie Amanah menggelar Program Khitanan Untuk Negeri 2025. Kepala Divisi Penghimpunan dan Program Bakrie Amanah, Yuli Wulansari, menjelaskan bahwa tahun ini Bakrie Amanah memfasilitasi 2.000 anak untuk mendapatkan layanan khitan di 25 titik yang tersebar di 18 kabupaten/kota pada tujuh provinsi, dari Sumatera hingga Sulawesi.
Kegiatan yang mengangkat tema “Sehatkan Anak Negeri, Kuatkan Generasi” dilaksanakan di Masjid Al-Bakrie, Bandarlampung, Selasa (30-12-2025).
“Untuk Lampung sendiri, kai menyiapkan kuota sebesar 300 anak untuk mendapatkan khitan gratis,” ujar Yuli.
Yuli menjelaskan bahwa Program Khitanan Untuk Negeri 2025 merupakan ikhtiar bersama untuk memastikan setiap anak memiliki hak yang sama untuk tumbuh sehat dan bermartabat.
Dia menegaskan bahwa bagi Bakrie Amanah, angka bukanlah hal utama, melainkan senyum anak-anak dan doa tulus dari keluarga yang merasakan langsung manfaat program tersebut.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Lampung, tenaga medis, relawan, para donatur, serta seluruh mitra yang telah berkolaborasi dalam menyukseskan kegiatan ini.
“Setiap dukungan yang diberikan hari ini bukan hanya membantu satu anak, tetapi sedang menyiapkan generasi yang lebih sehat, lebih percaya diri, dan lebih kuat di masa depan,” ungkapnya.
Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Lampung Marindo Kurniawan yang hadir pada kegiatan tersebut menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Lampung mengapresiasi pelaksanaan program ini sebagai bagian dari upaya menyiapkan generasi yang sehat dan kuat.
Marindo menyampaikan bahwa kegiatan khitanan massal ini bukan sekadar layanan kesehatan, tetapi bagian dari upaya menyiapkan generasi Lampung yang sehat, kuat, dan berkarakter sejak dini.
“Khitan adalah bagian dari ajaran agama, tetapi di balik itu ada banyak kebaikan. Anak-anak belajar menjaga kebersihan yang penting dalam ibadah dan kehidupan sehari-hari, serta memiliki manfaat kesehatan yang jelas,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa pembangunan tidak hanya diukur dari infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi, tetapi yang paling utama adalah kualitas manusianya.
Menurutnya, Lampung akan maju jika anak-anak tumbuh sehat, keluarga peduli, dan masyarakat saling menjaga.
“Semua itu dimulai dari hal-hal kecil seperti yang kita lakukan hari ini,” tambahnya.
Marindo juga menyoroti tantangan ke depan yang semakin kompleks akibat perubahan zaman dan derasnya pengaruh eksternal.
Karena itu, nilai-nilai kejujuran, kepedulian, dan tanggung jawab perlu ditanamkan sejak usia dini melalui kegiatan-kegiatan sosial yang melibatkan banyak pihak.
“Ini merupakan contoh kepedulian yang tidak berhenti pada rencana, tetapi diwujudkan dalam aksi,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan penghargaan kepada tenaga medis, relawan, dan panitia yang terlibat, seraya menyebut bahwa dedikasi dan kesabaran mereka menjadi kunci kelancaran kegiatan, terutama dalam melayani anak-anak.
Marindo berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut dan menjadi bagian dari gerakan bersama dalam memperkuat kualitas generasi muda sebagai pondasi pembangunan daerah dan bangsa.
REDAKSI








