Pemprov Lampung Lantik Imam Ghozali Jadi Staf Ahli Gubernur
Pemprov Lampung melantik Imam Ghozali sebagai Staf Ahli Gubernur Bidang Kemasyarakatan dan SDM bersama dua pejabat fungsional. Sekdaprov Marindo menekankan integritas dan pelayanan publik.
BANDAR LAMPUNG – Pemerintah Provinsi Lampung melantik Imam Ghozali sebagai Staf Ahli Gubernur Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia. Pelantikan dipimpin Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Marindo Kurniawan yang mewakili Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal di Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur Lampung, Jumat (9/10/2026).
Selain Imam Ghozali, dua pejabat fungsional turut dilantik, yakni Wulan Suci Mokobombang sebagai Psikolog Klinis Ahli Pertama pada Rumah Sakit Jiwa Daerah Provinsi Lampung dan Jefri Sofian Leksana sebagai Dokter Ahli Pertama pada Rumah Sakit Umum Daerah Bandar Negara Husada.
Dalam sambutannya, Marindo mengatakan rotasi dan mutasi jabatan merupakan bagian dari dinamika birokrasi. Ia mengingatkan para pejabat agar tetap menjadikan pelayanan dan pengabdian kepada masyarakat sebagai prioritas utama.
“Pengabdian kita kepada masyarakat Lampung adalah tugas utama. Di tengah dinamika permasalahan masyarakat yang kompleks, diperlukan pejabat yang mampu merumuskan kebijakan-kebijakan solutif dan peka terhadap berbagai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat,” ujar Marindo.
Ia secara khusus menekankan peran Staf Ahli Gubernur Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia dalam memberikan masukan serta telaahan strategis kepada pimpinan, terutama untuk menghadapi peluang dan tantangan bonus demografi.
Menurut Marindo, besarnya jumlah penduduk usia produktif perlu dikelola secara optimal agar dapat menjadi kekuatan pembangunan daerah. Karena itu, kebijakan strategis dibutuhkan untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan, kesehatan, produktivitas tenaga kerja, perlindungan sosial, dan penguatan karakter generasi muda.
“Ke depan, kita akan menghadapi bonus demografi yang merupakan peluang sekaligus tantangan besar bagi pembangunan daerah. Besarnya jumlah SDM usia produktif harus mampu kita kelola menjadi kekuatan pembangunan,” katanya.
Marindo juga menyoroti pentingnya koordinasi antara pejabat yang baru dilantik dengan perangkat daerah, pemangku kepentingan, dan masyarakat. Menurutnya, kolaborasi diperlukan agar pemerintah dapat merespons tantangan pembangunan yang semakin kompleks.
“Kita harus bersama-sama mempersiapkan generasi yang unggul, produktif, dan berdaya saing dalam mewujudkan masyarakat Lampung yang lebih maju,” ujarnya.
Kepada para pejabat yang dilantik, Marindo mengingatkan bahwa jabatan merupakan amanah yang harus dijalankan dengan tanggung jawab, integritas, dan keikhlasan. Ia menilai, keberhasilan seorang pejabat tidak hanya diukur dari posisi yang diemban, tetapi juga dari manfaat yang diberikan kepada masyarakat.
“Jabatan, pangkat, dan kekuasaan adalah amanah yang memiliki batas waktu. Yang akan menjadi legacy adalah nilai-nilai kebaikan, nilai-nilai karya, keteladanan, dan manfaat yang dirasakan oleh masyarakat,” tuturnya.
REDAKSI











