Pemkot Bandar Lampung Bagikan Insentif untuk Ribuan Kader Posyandu

Pemkot Bandar Lampung memberikan insentif kepada kader yang menjadi ujung tombak edukasi dan pemantauan kesehatan masyarakat. Khusus sektor kesehatan, terdapat 706 posyandu dengan lima kader di setiap posyandu.

Pemkot Bandar Lampung  Bagikan Insentif untuk Ribuan Kader Posyandu
Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung Muhtadi Arsyad Temenggung | Foto: Istimewa

BANDAR LAMPUNG — Pemerintah Kota Bandar Lampung memberikan insentif kepada para kader yang menjadi penghubung antara masyarakat dan layanan kesehatan di tingkat kelurahan.

Para kader tersebut tersebar di 20 kecamatan dan 126 kelurahan. Mereka tidak hanya berasal dari sektor kesehatan dan posyandu, tetapi juga berada di bawah Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB), serta Dinas Kesehatan.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung Muhtadi Arsyad Temenggung mengatakan peran kader sangat membantu tenaga kesehatan dalam menyampaikan informasi sekaligus memantau kondisi warga di lingkungan masing-masing.

“Insentif kader ini merupakan bentuk perhatian pemerintah terhadap para kader yang sudah secara sukarela turut serta dalam langkah meningkatkan derajat kesehatan masyarakat,” kata Muhtadi, Rabu (7/10/2026).

Khusus di bawah Dinas Kesehatan, terdapat 706 posyandu yang tersebar di Kota Bandar Lampung. Setiap posyandu memiliki lima kader serta koordinator kader di tingkat kelurahan.

Menurut Muhtadi, kader posyandu membantu pelayanan mulai dari meja satu hingga meja lima. Mereka juga mendukung petugas kesehatan dalam memantau kondisi masyarakat dan menyampaikan informasi kesehatan.

“Jadi, sebenarnya kader ini sangat membantu kami dan tenaga kesehatan untuk mempercepat informasi yang harus disampaikan kepada masyarakat,” ujarnya.

Deteksi Dini Masalah Kesehatan

Peran kader tidak hanya berlangsung saat kegiatan posyandu. Mereka juga diminta peka terhadap kondisi kesehatan warga di lingkungannya.

Salah satunya ketika menemukan warga yang mengalami batuk dalam waktu cukup lama. Kader dapat memberikan edukasi dan mendorong warga tersebut memeriksakan diri ke puskesmas.

Kader juga berperan dalam memberikan edukasi mengenai pencegahan sejumlah penyakit, seperti tuberkulosis (TBC), demam berdarah dengue (DBD), dan stunting.

Kelompok rentan, termasuk ibu hamil dan balita, juga menjadi sasaran pendampingan kader di tingkat masyarakat.

Muhtadi menegaskan kader tidak bertugas melakukan tindakan medis. Peran mereka lebih diarahkan pada edukasi, pendampingan, pemantauan, dan menghubungkan warga dengan tenaga kesehatan apabila ditemukan persoalan.

“Artinya kader ini salah satunya memberikan edukasi, tapi mereka tidak melakukan tindakan medis,” katanya.

Insentif Rp500 Ribu per Bulan

Sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi tersebut, kader posyandu di Bandar Lampung menerima insentif sebesar Rp500 ribu per orang setiap bulan.

Pemberian insentif diharapkan dapat menjadi bentuk perhatian pemerintah terhadap kader yang selama ini terlibat langsung dalam pelayanan dan edukasi kesehatan masyarakat.

Dengan keberadaan kader di tingkat kelurahan, Pemkot Bandar Lampung berharap persoalan kesehatan dapat lebih cepat diketahui dan informasi mengenai pencegahan penyakit dapat segera diterima masyarakat.

Peran tersebut sekaligus membantu tenaga kesehatan menjangkau warga hingga tingkat lingkungan, terutama dalam upaya deteksi dini dan pencegahan masalah kesehatan.