Pemprov Lampung Salurkan Bantuan untuk 350 Personel Karhutla
Pemprov Lampung menyalurkan bantuan logistik dan peralatan pemadaman untuk mendukung 350 personel Satgas Darat dalam menangani kebakaran hutan dan lahan.
BANDAR LAMPUNG — Pemerintah Provinsi Lampung menyalurkan bantuan logistik dan peralatan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) untuk mendukung 350 personel Satuan Tugas (Satgas) Darat yang bertugas menangani kebakaran di sejumlah wilayah Lampung.
Bantuan yang disalurkan pada Selasa (20/10/2026) tersebut merupakan arahan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal sebagai bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap operasi pemadaman sekaligus pemenuhan kebutuhan personel di lapangan.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Lampung, Aswarodi, mengatakan bantuan mencakup kebutuhan pangan, perlengkapan pendukung, serta peralatan pemadaman untuk memperkuat penanganan karhutla.
Sebanyak 350 personel yang mendapat dukungan berasal dari unsur Batalyon TP, Kodim, Kodam, Polres, serta masyarakat yang tergabung dalam kelompok Masyarakat Peduli Api (MPA).
Bantuan logistik yang disalurkan meliputi 1,5 ton beras, 10 peti telur atau 2.250 butir, 200 dus mi instan atau 8.000 bungkus, 20 dus sarden berisi 1.000 buah, 10 dus minyak goreng, 100 kilogram gula pasir, dan 50 dus air mineral.
Untuk menunjang operasi pemadaman, Pemprov Lampung juga menyediakan 19 rol selang hisap, 20 unit pompa air Robin atau alkon, 100 unit jet shooter atau alat semprot punggung, 300 pasang sepatu bot, 200 rol selang hantar, dan 20 unit nozzle.
Selain itu, bantuan peralatan mencakup satu unit perahu karet, dua unit generator set (genset), satu unit alkon berukuran besar, serta 150 kacamata antiasap untuk mendukung keselamatan personel saat bertugas di area terdampak.
Dinas Sosial Provinsi Lampung turut memberikan dukungan berupa terpal, kasur, selimut, dan masker bagi personel yang terlibat dalam penanganan kebakaran.
Dukungan logistik dan peralatan tersebut diharapkan dapat membantu kelancaran operasi pemadaman, meningkatkan kesiapan personel, serta meminimalkan risiko terhadap masyarakat dan lingkungan akibat kebakaran hutan dan lahan.
Pemprov Lampung juga mengajak masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla, tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan, serta segera melaporkan apabila menemukan titik api.
Pelaporan sejak dini dinilai penting agar kebakaran dapat segera ditangani dan tidak meluas ke kawasan lain maupun mengganggu aktivitas warga.
REDAKSI











