Menjemput ANNA Part-9 (Serial Fiksi Bersambung)
Kota London dengan Bigben nya

oleh : Erizeli Jely Bandaro

 

Sampai di hotel, Anna bertemu dengan relasinya di lounge. Saya menuju kamar untuk sholat. Usai sholat, saya mendengar suara nada notifikasi dari arah laptop. Nampak ada keterangan SafeNet connected. Saya bingung. Bagaimana bisa ? Saya berusaha lihat data dan log , semua nampak biasa saja. Seakan server saya selama 4 hari shutdown. Bukan di block sehingga disconnect. Semua file yang terdahulu masih ada. Bahkan ada beberapa file yang datang empat hari lalu bermunculan. Semua file chat dari Scott masuk tanpa saya baca. Satu persatu file itu saya baca. Sepertinya Scott nampak mengkawatirkan saya. Karena tidak ada chat nya yang saya respon. Benarlah, beberapa menit kemudian nampak di screen nada panggil dari Scott “ My son, are you ok ? Segera saya balas dengan menggunakan telecon.

 

 

“ Jaka, ada apa ? mengapa block fund yang dikirim ke rekening Trinity Capital di removed?

“ Itu atas permintaan dari teman saya. “

“ Oh Jaka. Sekarang saya punya masalah. Saya pikir kamu percayakan uang itu kepada saya dan saya akan diberi tahu terlebih dahulu apabila akan di removed. Kamu tahu, membuka posisi Trinity capital di market engga bisa main main. No way return. Mereka minta saya bertanggung jawab. Ingat Jaka, saya members commitment holder the fed system. Dan kalau sampai dalam seminggu Trinity capital tidak bisa menjawab request market maka itu akan jadi scandal”

“ Mengapa ?

“ Masalahnya Trinity capital sudah open position atas uang itu. Dan sudah on market bahwa mereka butuh asset untuk transaksi Forfeiting asset. “

“ Maafkan saya Scott. Saya sudah keluar dari ICF. Uang itu tadinya ada hubungan dengan ICF. Maaf “

“ Hah !!! Mengapa secepat itu? Apa alasannya ?

“ Kasus Anna, mungkin. “

“ Oh..” Scott terdiam. “Apakah kamu bisa bantu Trinity capital menyediakan dana tunai sebesar USD 400 juta. Mereka dalam posisi sulit sekarang. Apalagi mereka sudah punya lawan main” Sambungnya

“ Saya akan usahakan Pak. “

“ Jaka, kalau kamu berhasil dapatkan dana USD 400 juta tunai, saya akan tawarkan bisnis untuk kamu. Sangat fantastik laba nya. Skema aman karena kamu bermain dengan agent utama the Fed untuk operasi pasar uang. Riskless capital. “

“ Oh Terimkasih pak. “

“ Bagus. Kamu akan jadi team saya. Kabarin saya terus “

“ Tentu.”

“ Bye now.”

***

 

 

Keesokan paginya, saya bersama Anna berangkat ke kantor AMG. Dokumen SPC akan dibawa oleh teamnya ke kantor AMG. Proses settlement pembukaan rekening trust account atas nama SPC berlangsung cepat. AMG memberi saya hak otoritas penuh untuk mengelola asset yang ada di trust account. Anna berjanji dalam tiga jam akan mendelivery asset ke trust account tersebut. Pihak AMG siap mendelivery asset ke Trinity capital setelah dapat confirmasi credit line.

Usai urusan dengan AMG, saya bersama Anna terbang ke London untuk menjajaki kerjasama dengan Trinity capital. Kami menginap di Canary Riverside Plaza Hotel. Kamar saya dengan Anna bersebelahan. Awal pertemuan dengan pejabat Trinity Capital terkesan semua akan berjalan sesuai dengan rencana. Pihak Trinity Capital minta confirmasi dari AMG atas tersedianya asset yang akan jadi colateral untuk kredit line. Mereka juga minta jaringan trading Anna yang terhubung dengan members 144A. Semua bukti dukumen yang diserahkan Anna kepada mereka, menunjukan solid dan siap untuk bergerak sesuai instruksi.

 

 

Namu setelah tiga hari proses berlalu, Anna nampak terkejut ketika usai meeting dengan pejabat Trinity capital. Mereka memberi tahu bahwa credit line untuk trading pasar 144 A masih menunggu persetujuan dari The Fed. Dengan muka tegang dia keluar dari gedung kantor Trinity capital “ Ada apa ini? mengapa semakin sulit langkah saya ? Kata Anna menghempas tubuhnya di sofa ketika kami sampai di hotel.

“ Anna, tenang. Jangan panik. “ Kata saya.

“ Kita sudah kirim confirmasi atas tersedianya asset di trust account di AMG. Semua syarat yang mereka tentukan sudah kita penuhi. Lama lama reputasi saya hancur di pasar. “ Kata Anna dengan wajah geram.

“ Kamu harus maklum sejak kejatuhan Lehman, otoritas mengawasi sangat ketat setiap proses aktivasi posisi trading.”

“ Negara maju memang telah menciptakan hukum ganda. Mereka memperketat operasi keuangan offshore untuk private tapi membiarkan group lembaga keuangan tertentu untuk berpesta pora dengan hidden fund yang ada di clearstream. Mereka terus menangguk kemudahan akses permodalan berbiaya murah , yang kemudian menyalurkan dana tersebut bagi Negara Negara miskin dengan syarat yang menyulitkan dan menguntungkan mereka secara ekonomi maupun politik“ Katanya dalam keputus asaan.

“ Jaka, “ lanjutnya” Saya liat tadi kamu begitu mudahnya mendapatkan kredit sebesar USD 500 juta untuk proyek di China. Dan itu hanya kepentingan kapitalis industri dan property. “

“ Anna sabar..”

“ Kamu juga sama saja. Kapitalis. Saya hanya butuh dana untuk membantu saudara muslim saya, Jaka. Saya tidak butuh uang. Tak butuh apapun. Saya ingin meraih cinta Allah dengan cara memberi kepada mereka yang papa. Hanya ini cara saya. “

“ Anna saya dipihak kamu Loh. Kita satu team. Please. Sudahi prasangka baruk kamu. Ini hanya bisnis. Dan lagi pihak Trinity capital respect terhadap proposal kita. Mereka ingin deal dengan kita.”

“ Yakin kamu. Bagaimana memastikannya ?

“ Kamu ingin kepastian ?

“ Ya Jaka. Saya tidak ada waktu banyak”

“ Beri waktu saya sampai besok. Saya akan kerahkan sumber daya saya. “

“ Terimakasih Jaka Saya percaya kamu. Semua asset di trust account itu ada senilai USD 280 miliar. Kita hanya butuh USD 400 juta. “

“ Tapi itu bukan kita pemiliknya, KIta hanya pegang akses code untuk manage nya tapi tidak bisa dapatkan uang tunai. Kecuali kita ada lawan yang punya uang tunai seperti Trinity Capital”

 

 

“ Ya. “ Kata Anna menatap kosong ke arah saya. Entah kenapa dia menangis. Saya memeluknya untuk menenangkannya. “ Tenang , Anna. Saya tahu hati kamu sangat mulia. Saya tahu kepedulian kamu untuk saudara muslim kita. Saya tahu kegundahan hatimu atas ketidak adilan. Saya tahu, Anna. KIta akan selesaikan urusan dengan sebaik baiknya kesudahan, ya kan sayang “ Kata saya. Anna semakin meeratkan pelukannya. “ Terimakasih banyak Jaka. Kamu peduli dengan saya. Padahal waktu kamu sempit karena masih harus memikirkan bisnis kamu”

Saya membawanya ke kamar hotel. “ Istirahatlah sampai besok. Semoga saya dapat jalan keluar. “ Kata saya keluar kamar.

“ Jaka, mengapa tidak temanin aku di kamar? Saya tidak bisa sendirian sekarang. Saya butuh teman “ Kata Anna berusaha memegang lengan saya. Tapi saya melepaskan secara halus seraya memeluknya “ Kamu akan baik baik saja. Saya harus kerja menghubungi network business saya. Tenangkan diri kamu. OK” Kata saya sambil memegang kedua pipinya. Dia mengangguk.

Saya keluar dari kamar Anna, didepan pintu sudah ada Dasha.

“ Pak keadaan sudah aman. “ Kata Dasha.

“ Maksud kamu ?

“ Team kami di sini telah berhasil menyelesaikan misi menghabisi pihak yang membayar pembunuh profesional tempo hari waktu kita di Zurich. “

“ Siapa mereka ?

“ Mafia Rusia yang pernah bermasalah dengan Anna. Sepertinya mereka mencari Anna. Tapi mereka tidak tahu siapa sebenarnya Anna. Anna punya banyak nama. Selama ini dia menggunakan siapa saja termasuk mafia untuk menarik uang mereka dalam transaksi pasar uang. Selalu skema yang ditawarkan adalah teknis pencucian uang dengan dukungan perbankan kelas atas. Tapi setelah uang mereka di block, dana itu akan diputar melalui pasar leverage. Dan uang itu tetap di block, sementara hasil keuntungan hanya berupa asset yang sangat sulit di cairkan di pasar umum karena hanya bisa diperdagangkan di pasar 144A.

 

 

“ Oh..”

“ Pak..” Dasha berkata dengan nada serius. “ Waktu anda sampai akhir pekan harus keluar dari Eropa. Minggu depan tim pembersih dari ICF dan hizbullah akan melaksanakan misinya. Saya minta izin untuk keluar dari tugas pak. Karena saya dapat perintah terbang ke istanbul sore ini.. “

“ Terimakasih Dasha.”

“ Boleh saya memeluk anda , sebagai saudara muslim.”

Saya langsung memeluk Dasha “ Selama seminggu bersama anda, suatu pelajaran termahal dalam hidup saya. Ternyata masih ada pria sehebat anda. Taat beribadah dan santun kepada wanita. Saya pasti akan merindukan anda.” Kata Dasha sambil melepas pelukan saya. Nampak dia tersenyum namun airmatanya berlinang.

“ Jaga diri anda baik baik” Kata Dasha

" Tunggu sebentar " saya masuk kedalam kamar. Memasukan uang pecahan 100 euro sebanyak 100 lmebar kedalam amplop " Dasha, ini terimalah "

" Terimakasih pak. Saya dibayar cukup mahal oleh Hizbullah untuk tugas ini. Maaf saya profesional. Tidak boleh terima uang dari clients."

" Oh OK. Maafkan saya. "

Dasha berlalu dari hadapan saya dengan melempar senyum.

BERSAMBUNG