Menjemput ANNA Part-6 ( Serial Fiksi Bersambung )
Luksemburg

oleh : Erizeli Jely Bandaro

 

Tiga jam perjalanan kami sampai di luxemburpgh. Kendaraan masuk kedalam gedung dan menuju tempat parkir. Namun di basement kedua, dinding beton bergerak menyerupai pintu hidrolik. Nampak memberi jalan kendaraan memasuki ruangan. Benarlah setalah kendaraan melintasi pintu hidrolik itu, kembali pintu tertutup secara otomatis.

Kami keluar dari kendaraan dan segera melangkah kearah lift. Ternyata menuju tiga lantai lagi ke bawah. Ketika kami keluar dari lift, nampak orang sibuk bekerja. Kami terus melangkah kesuatu ruangan mengikuti langkah tegap wanita itu. Seorang wanita yang tak asing bagi saya , menyambut kami “ Jaka” serunya. Saya terkejut karena wanita itu adalah Lyly.
“ Kejutan Ya” katanya.
“ Ya. “ Kata saya dalam keterkejutan. Mengapa ada Lyly disini? Bukankah dia di London sebagai direktur bank. Kata saya dalam hati.
“ Kamu tahu siapa yang merekomendasikan kamu bekerja di ICF? “ Kata Lyly seakan tahu apa yang tersirat dari keterkejutan saya melihatnya
“ Ya China western development program”! Kata saya masih bingung.
“ jadi jelas ya. Mengapa saya ada di sini “
“ Tapi ini ICF?
“ Ya tepatnya proyek ANNA. Saya memimpin tim gabungan. Sekarang Istirahatlah dulu. Mari saya antar ke panthouse” kata Lyly. Kami semua mengikuti langkah lyly.

***

Kami dikumpulkan dalam satu ruangan yang lumayan besar. Tempatnya seperti hotel bintang lima.
“ Jaka, apakah kita akan baik baik saja ? tanya Wada dengan wajah takut.
“ Tentu. “ Kata saya menepuk bahu Wada sambil tersenyum. Steve tampak lebih rileks. Naja dan trustee agent seorang pria setengah baya masih dikecam rasa takut.
“ Jaka, ada apa ini ? bukankah kamu berjanji akan baik baik saja. ? Kata Naja.
“ Tentu. Semua akan baik baik saja.” Kata saya seraya memeluknya
“ maafkan saya Naja. Saya janji akan membawa kamu pulang. “ Kata saya sambil berbisik
“ Tapi, kamu belum jawab pertanyaan saya. Ada apa ?
“ Saya tidak tahu, Naja. Kita lihat aja nanti.Yang pasti ini markas ICF dan tadi wanita yang berjabat tangan dengan saya itu sahabat saya di Beijing. Jadi saya dapat pastikan kita berada ditempat yang aman. “
“ Semoga aja.”
“ OK semua silahkan istirahat. “ Kata saya kepada yang lain.

Mereka berusaha duduk santai di sofa tanpa. Tak berapa lama datang wanita yang berjilbab masuk kedalam ruangan “ Pak Jaka, silahkan ikut saya. “ Katanya dengan ramah. Saya berdiri dari sofa dan mengikuti langkahnya menuju keruangan tempat dmana tadi Lyly menyambut saya.
Benarlah saya keruangan Lyly. Dia langsung berdiri dari korsi dibalik meja kerjanya.
“ Jaka, apakah kamu baik baik saja.?
“ Ya. Saya baik baik saja.”
“ Bagaimana dengan teman teman kamu ?
“ Mereka juga baik baik saja. Tapi masik shock”
“ Saya paham. “
“ Lyly, ada apa ini ? Kata saya dengan tatapan serius.
Lyly tersenyum dan mempersilahkan saya duduk di sofa.
“ Saya ingin bicara dengan kamu Jaka. “
“ Silahkan”
“ Ok. “ Lyly menarik nafas “ Kamu mengakses 144A menggunakan keanggotaan Trinity Capital. ? Mata lyly menghujam keras kearah mata saya. Seperti orang asing dihadapan saya. Tak sanggup saya menatapnya. Apa yang harus saya jawab? situasi masih serba membingungkan.
“ OK, “ Lanjut Lyly “ Kamu tidak perlu jawab. Karena kami sudah mengetahui semua. “ Kata lyly dan bayangan saya kepada Safenet saya yang disconnect. Itu pasti ulah ICF.
“ Sekarang tolong beri tahu, siapa yang memberikan kamu akses melalui Trinity Capital? “ Kembali mata lyly menghujam saya.

Saya diam.

“ Jaka, “ seru Lyly kemudian “ Baiklah saya beri kamu gambaran tentang apa yang kamu lakukan. Kesalahan terbesar kamu melibatkan Scott dalam operasi ini. Kamu mungkin tidak mengetahui siapa sebetulnya Scott. “ Kata Lyly membuat saya terkejut, dan keringat dingin keluar. Karena tidak ada lagi rahasia.
“ Dia adalah agent CIA yang ditempatkan di DTCC. Tapi sebetulnya bekerja dibawah komando Mossad. Dia memberi kamu akses agar setiap langkah kamu, dia ketahui. Dia tahu kamu bekerja untuk ICF dan hanya masalah waktu ICF akan beri kamu personal Akses dan itu tentu akan memudahkan dia memonitor setiap aksi kamu di clearstream maupun euroclear. Jadi dengan terpaksa , kami disconect semua akses kamu melalui Trinity Capital. Paham kamu my dear” Kata Lyly tersenyum. Mungkin dia tidak ingin saya terus tertekan.
“ Ly, sekarang apa yang harus saya lakukan?
Lyly menyerahkan dokumen kepada saya “ Kamu tanda tangani ini. Sejak sekarang kamu bukan lagi direktur ICF. Semua data kamu dihapus. “
“ Hanya itu ? Dan sekarang saya free ?
“ Tidak. Tugas kamu tetap dibawah ICF dan menggunakan semua sumber daya ICF. Tapi secara resmi kamu tidak lagi tercatat sebagai orang ICF. Jadi apapun yang terjadi, ICF akan menyangkalnya.”
“ Apa tugas saya ?
“ Kuasai rekening Anna.”
“ Bagaimana ? saya tidak punya akses i44A dan fasilitas private banking safenet saya juga sudah diblock oleh ICF. Sementara dana sebagai equity masuk ke 144 A juga tak mungkin lagi digunakan. Karena kamu pasti larang saya menggunakan Trinity Capital. “
Lyly tersenyum.
“ Kamu tetap gunakan Trinity capital dan semua akses yang mereka miliki. Tapi tidak lagi menggunakan SafeNet untuk akses private banking. “
“ Maksud kamu ? Saya harus menjadi pretender di hadapan Trinity Capital, untuk kepentingan ICF ?
“ Tepatnya begitu “
“ Tapi apakah mereka tidak curiga dengan kejadian hari ini di tempat parkir Renaissance ? Bahwa tujuan mereka menguasai saya digagalkan oleh team kamu “
“ Kejadian tadi sore bukan dari CIA, tapi Ex KGB. Mereka professional. “
“ Untuk apa ?
“ Nanti kamu akan tahu juga, Tapi kami penuh kendali atas semua ini. Mereka tidak akan melakukan kekonyolan untuk kedua kalinya”
“ Bagaimana bisa memastikannya ? kata saya sambil mengusap kepala dengan kedua tangan.
“ Kami tahu siapa yang membayar mereka. Besok pagi dia sudah di removed oleh team pemukul dari istanbul. Jadi kamu tenang saja. Dan lagi Dasha akan selalu bersama kamu. Dia agent hizbullah terbaik. Lulusan pelatihan bodyguard di China, dengan predikat kill master. Dia bisa membunuh dengan senjata apapun, bahkan dia bisa menghabisi orang dengan satu sumpit”
“ Entahlah, Ly, Saya bingung. “ kata saya lemah. Lyly menghampiri saya dan duduk di sebelah saya. “ Maafkan saya , Jaka. Ingat engga, kamu pernah minta maaf dengan saya di Shanghai? Nah kini maafkan saya karena merekomendasi kamu bekerja dengan ICF. “
“ Jadi bantuan kamu selama ini terhadap saya itu cara kamu menguasai saya dan akhirnya saya tidak punya pilihan untuk menerima saran kamu bekerja untuk ICF.? Iya ?
“ Maaf kan saya, Jaka,”
“ Ya kamu tidak salah. Kamu hanya melaksanakan tugas sebagai pejabat China. Yang salah saya. Kini saya jadi pecundang, dan harus terjebak dengan obsesi kamu, yang tentu dengan alasan bela negara.”
“ Jaka, maafkan saya.” Lyly berusaha memegang lengan saya dengan wajah sesal
“ Engga usah dibahas soal itu lagi. Sekarang saya akan laksanakan tugas kamu tapi dengan syarat. “
“ Apa ?
“ Bebaskan semua teman saya dari masalah ini. Pastikan hidup mereka aman dari lingkaran proyek ini.”
“ Ok.”
“ Ada lagi”
“ Apa ?
“ Beli CDMO Lehman yang dipegang oleh teman saya, Steve. Nilai sebelum Lehman bangkrut USD 5 miliar tapi sekarang nilainya hanya USD 5. Saya ingin kamu beli sedikitnya diatas 50%”
“ Ok,“
“ Ada lagi “
“Apa ?
“Pastikan Anna aman. “
“ Saya akan usahakan. “
“ Kamu engga yakin?
“ Jaka, please, saya setuju dengan syarat kamu yang lain, tapi saya tidak bisa menjamin nasip ANNA. Karena dia yang menciptakan perang ini dan dia sendiri yang menyeret semua pihak terlibat, dan menjadikan dia target. Apapun yang terjadi pada Anna, dia sudah siap. Karena dari awal dia memang berniat mati sahid. Saya minta tolong kamu, kuasai ANNA, karena hanya kepada kamu dia percaya, dan setelah itu kuasai code rekening yang dia pegang. Tugas kamu selesai “

Saya terdiam lama. Saya berpikir keras. Lyly mendekati saya “ Jaka, jangan terlalu keras dengan dirimu sendiri. Setiap orang sudah punya pilihan. BIjak lah bersikap.” Saya mengusap kepala saya dengan kedua tangan saya. Lyly merangkul pundak saya dari samping. “ Maafkan saya, Jaka.”
Saya menganguk.
“ Ly, apakah boleh saya tahu hal lain ?
“ Apa ?
“ Mengapa China sampai terlibat dan kini menjadi ketua Team dalam proyek Anna ?
“ Kamu kan tahu, proyek Anna jejak awalnya berasal dari China, Kalau sampai rekening Anna dikuasai oleh pihak Mossad atau CIA maka akan menyulitkan china dalam perundingan international berkaitan dengan posisi remenbe. Selama ini tidak ada negara didunia bisa memaksa kami membuka remenbe karena kami tidak punya catatan melakukan kesalahan dalam sistem perbankan international. Kamu kan tahu, kami sedang perang mata uang dengan AS dan Eropa.”
“ Maksud saya mengapa China harus membantu iran dari embargo ekonomi ?
“ Iran sahabat kami yang paling loyal di Timur Tengah. Dan itu bukan hanya sekarang tapi sejak kejatuhan Syah iran, para pemimpin Iran menjadikan China sebagai second home mereka. Dan kamu tahulah, bagi China persahabatan itu sangat mahal yang harus dijaga dengan apapun. Itu budaya kami, Jaka. “
“ Terimakasih. Lyly. Dan sekarang saya percaya kamu akan menjaga saya, Karena saya adalah sahabat kamu. “
Lyly memeluk saya. “ Bagi saya, Enster, dan Wenny , kamu adalah sahabat yang menjadikan kami sebagai wanita begitu sempurna , Jaka.”

***
Saya mengantar Wada, Steve , Naja, ke Bandara. Sementara saya tetap tinggal di Zurich untuk menyelesaikan misi yang diberikan oleh Lyly.
.
“ Jaka, terimaksih, saya dapat kabar dari AMC bahwa sudah ada pembeli CDMO dengan harga 65 %. Mereka happy. Dan uang USD 400 juta yang di block atas nama Trinity sudah unblock melalu skema SWAP dengan rekening offshore company di Hong kong, Sekarang kembali clean. Kamu menyelamatkan hidup saya, Jaka. Ini tidak akan pernah saya lupakan seumur hidup.” Kata Steve dengan air mata berlinang. Saya merangkulnya “ KIta sahabat, Sudah seharusnya kita saling menjaga “ Kata saya.

. Wada memeluk saya. “ Jangan lupa pulang cepat. Saya janji akan traktir kamu ke Zuhai. “Kata Wada. Saya lambaikan tangan ketika mereka masuk ke gate imigrasi. Mereka tidak tahu, betapa mahalnya harga untuk menyelamatkan nilai nilai persahabatan, khususnya untuk Steven.

Teringat dulu dimana 36 konsorsium Bank memaksa saya melunasi hutang atau menambah collateral. Karena nilai saham Holding saya terus turun sebagai imbas dari krisis Wallstreet. Saya kehilangan cara untuk mengatasi karena waktu yang diberikan sangat singkat. Apalagi bank konsorsium memaksa saya melepas saham kepada salah satu mitra international untuk cara melunasi hutang.

Saya sadar dalam posisi di hostile oleh mitra yang kini jadi predator terhadap bisnis yang saya bangun dengan susah payah. CIC berjanji akan melunasi hutang saya dengan skema preferred stock. Tapi ketika waktu yang ditetapkan datang, CIC tidak bisa mencairkan uang yang dijanjikan. Saya tersudut. Kemana saya harus mendapatkan uang sebesar USD 3 miliar.? Teringat dulu Esther mengingatkan saya keitka hendak mendirikan Holding, bahwa saya akan jadi korban pemain lama, yang selalu menjadikan new comer korban buruan.

Saat itulah saya telp Steven menceritakan keadaan saya. Tanpa bertanya, dia langsung perintahkan banker nya untuk mencairkan deposit on call sebesar USD 3 miliar. Dia beri saya uang tanpa ada kontrak, tanpa collateral apapun. Dalam waktu enam jam setelah itu, saya bisa melunasi hutang dan lepas dari ancaman hostile take over. Walau akhirnya CIC memenuhi janjinya setelah sebulan Steve bail out hutang saya namun rasa terimakasih itu tidak pernah hilang. Padahal apalah saya dibandingkan Steve. Saya terlahir dari keluarga miskin. Sedangkan dia terlahir dari keluarga konglomerat. Dia terlalu baik bagi saya, Sangat baik. Saya sadar ketika dia membantu saya dengan menyediakan diri untuk dikorbankan, saya berjanji pada diri saya sendiri akan selalu siap berkorban untuk dia. Itulah gunanya sahabat.

Saya mengenal Steve dari Wada. Keduanya ahli waris keluarga konglomerat. Wada mencintai Steve sebagai sahabat dan karena Wada adalah juga sahabat saya maka sayapun harus mencintai Steve. Persahabatan saya dengan Wada telah berlangsung lebih dari 10 tahun. Tak terbilang Wada membantu saya dan selalu percaya dengan segala kebijakan saya dalam kemitraan bisnis. Kembali saya sadar bahwa kekayaan terbesar adalah sahabat. Kehadiran Yuni, Esther, Wenny, Wada, Steven dalam hidup saya adalah berkah dari Tuhan untuk menghadapi hidup yang tak ramah ini.

Persahabatan sejati itu harus diperjuangkan dengan susah payah dan bila saatnya kita harus berkorban maka itu dilakukan tanpa berharap apapun, kecuali tak ingin sahabat kita menderita dan terluka. Dan persahabatan sejati itu harus diperjuangkan dan butuh waktu untuk membuktikan itu.

BERSAMBUNG