PESISIR BARAT-Bupati Pesisir Barat (Pesibar), Agus Istiqlal, membuka acara Safari Kebudayaan Akademi Lampung Tahun 2021, di Lamban Apung Kecamatan Pesisir Tengah, Kamis, (5/8).

Dalam Laporannya Ketua Umum Dewan Kesenian Pesibar, Septi Istiqlal mengatakan bahwa Dewan Kesenian terus ikut andil membantu Pemkab Pesibar dalam melakukan pembinaan kepada masyarakat di bidang seni. "Sejak dikukuhkan oleh Bupati Pesibar, Dewan Kesenian Pesibar langsung bergerak melaksanakan tupoksi di bidang pembinaan kesenian melalui program yang menyentuh langsung kepada objek seni. Dimulai dari mendeteksi potensi seni yang ada hingga rencana pengembangan kedepan secara bertahap," ungkap Septi.

Menurutnya, beberapa program yang telah dilaksanakan yaitu peningkatan kompetensi seni melalui pelatihan seni sastra dan rupa pada Tahun 2020 lalu. "Sedangkan tahun ini kami juga telah melakukan dialog dan pemberian tali asih kepada para sesepuh seni yang telah mendedikasikan waktu dan karyanya untuk pelestarian seni di Pesibar," terangnya.

Ia menandaskan, dalam waktu dekat pihaknya juga memproyeksikan pelatihan seni sastra Hahiwang ditingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajad. "Hal itu bertujuan untuk memberikan transfer ilmu tentang potensi seni yang ada di Pesibar agar dapat diterapkan mulai dari jenjang pendidikan. Terlebih dengan telah ditetapkannya Seni Sastra Hahiwang sebagai Warisan Tak Benda milik Pesibar," pungkasnya.

Sementara Bupati Agus Istiqlal mengatakan bahwa melalui kegiatan tersebut pihaknya berharap dapat memberikan wawasan bagi Dewan Kesenian Pesibar untuk lebih meningkatkan kinerjanya, terutama dalam mengembangkan kesenian dan budaya lokal. 

"Safari ini juga akan lebih meningkatkan hubungan kerja Dewan Kesenian Lampung dengan Dewan Kesenian Pesisir Barat dalam rangka mengembangkan seni budaya. Saya sangat optimis kegiatan safari kebudayaan ini akan berdampak positif bagi perkembangan budaya di Pesibar," ucap Agus. 

Lebih jauh Agus menjelaskan budaya yang terkandung di Pesibar merupakan bagian dari kekayaan khasanah budaya Bangsa Indonesia dan sekaligus sebagai aset nasional. "Untuk itu saya harap safari kebudayaan ini dapat menjadi sarana yang efektif bagi Dewan Kesenian Pesibar untuk lebih mendalami perannya sebagai lembaga seni yang bertanggungjawab bagi kemajuan seni budaya daerah," harap Agus.

Masih kata Agus, sebagai lembaga seni budaya yang profesional, Dewan Kesenian Lampung dan Akademi Lampung tidak hanya menjadi wadah berkumpul para seniman dan penggiat seni budaya. Lebih dari itu lembaga itu juga harus mampu menjadi rumah bagi seluruh kepentingan yang berhubungan dengan pelestarian dan kemajuan budaya daerah. 

"Guna melestarikan dan mengembangkan budaya daerah khususnya di Pesibar, saya harap akan terjalin hubungan kerjasama yang intensif dan bersifat konsultatif, koordinatif dan kemitraan antara Dewan Kesenian Lampung, Akademi Lampung dengan Dewan Kesenian Pesibar," tutup Agus.

Turut hadir dalam kegiatan itu Ketua Akademi Lampung, Anshori Djausal, Wakil Ketua Dekranasda Pesisir Barat, Dewan Kesenian Lampung, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Kepala OPD, Pengurus Dewan Kesenian Pesibar, Perwakilan Dekranasda, dan Perwakilan Lasqi.