NIAS – Kurang dari 24 Jam, Personel Polsek Gido, Nias, Sumatera Utara (Sumut) berhasil membekuk tiga terduga pelaku penganiayaan dan pembakaran rumah keluarga Matias Bate'e yang terjadi pada Minggu, 13 September 2020 lalu.

Ketiga terduga pelaku berinisial OB (40) Warga Desa Somi Botogo'o, HB (35) dan YB (39) Warga Desa Somi, disergap Polisi pada hari yang sama sekira pukul 21.30 Wib di Desa Somi, Gido, tepatnya sekitar rumah pelaku.

"Semalam telah kita amankan terduga pelaku pembacokan dan pembakaran rumah korban tersebut, sekira pukul 21.30 Wib" terang Kapolsek Gido Iptu Akhmad Hidayat, Senin (14/09).

Akhmad Hidayat menambahkan ketiga pelaku adalah kakak beradik. Sementara tiga korban, sepasang suami istri dan seorang bocah 4 tahun.

Kapolsek menjelaskan, peristiwa kejadian pembacokan serta pembakaran rumah Matias Bate'e, terjadi ketika korban sedang tertidur.

"Ketika itu, para terduga pelaku melakukan penganiayaan, sehingga melukai para korban dan juga membakar rumah milik Matias Bate'e," jelasnya.

Akibat kejadian tersebut, korban Matias Zeno Bate'e Als Ama Bute mengalami luka bacok  dibagian kepala atas kiri, luka bakar pada bagian kedua kaki.

Sementara istrinya, Rosmidar Mendrofa Als Ina Butet, mengalami luka bakar pada bagian kedua kaki, tangan kanan dan punggung.

“Sedangkan Afaro Gabriel Malau Als Briel (04) mengalami luka bacok  di bagian Kepala atas kiri, luka bakar pada bagian kaki kanan dan tangan kanan dan luka bakar pada bagian perut,” terang Kapolsek.

Sementara atas perbuatan para terduga tersangka tersebut di kenai pasal Pasal 187 ayat (2e), (1e) dan Pasal 170 ayat (2) ke 2e, 1e Subs Pasal 351 ayat (2), (1) dari KUHPidana dan atau Pasal 80 ayat (2), (1) dari UU No. 17 tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas Undang - Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak menjadi Undang-Undang dengan ancaman pidana kurungan maximal 15 Tahun penjara.