NIAS –  Masyarakat Desa Loloana'a, Gido, Nias, Sumatera Utara, mengeluhkan kondisi infrastruktur di wilayah tersebut.  Meski Indonesia sudah berpuluh tahun merdeka, tapi hingga kini masih desa tersebut masih terisolir.

Untuk menuju desa Loloana'a dari pusat Kota Nias tidaklah mudah. Harus melalui jalan bebatuan yang berliku dan menyeberangi sungai atau melewati jembatan gantung yang kondisinya mengkhawatirkan.

Wartawan monologis.id turut merasakan bagaimana susahnya akses menuju desa tersebut.

 “Daerah ini terisolir karena persoalan infrastruktur jalan, ini sangat memprihatinkan karena penduduknya yang mayoritas adalah petani sangat kesulitan membawa hasil pertanian keluar desa,” ungkap Kepala Desa (Kades) Lolana'a Fatoro Waruwu, Senin (01/02) kemarin.

Padahal, Desa Loloana'a berbatasan dengan Desa Baruzo dimana terdapat bangunan baru Kantor Bupati Nias sementara.

Lebih lanjut Kades Fatoro Waruwu mengatakan,  Desa Loloana'a memiliki potensi di bidang pertanian, yang dapat meningkatkan perekonomian masyarakat serta membuka peluang kerja apabila salah satu jembatan yang menghubungkan antara Desa Lahemo menuju Loloana'a dibuat permanen.

“Penduduk kami hampir 500 jiwa, tapi jumlah itu semakin tahun terus berkurang, faktor penyebabnya karena sarana jalan yang tidak layak dan tidak semua rumah mendapatkan penerangan Listrik. Selain itu,  hanya sebagian kepala keluarga yang memperoleh bantuan PKH,” kata Fatoro disampingi aparat desa.

Dia menyampaikan, pihak desa sudah berupaya melakukan pengerasan jalan selebar 1,5 meter dari dana desa. Namun, hasilnya tak maksimal. Sementara, bantuan dari APBD dan APBN tidak pernah mereka terima.

“Jika musim hujan secara otomatis dapat mematikan perekonomian masyarakat. Selain itu anak-anak yang membutuhkan pendidikan terpaksa berjalan kaki sejauh 3 kilometer untuk sampai ke sekolah itupun haru melalui jalan yang licin dan menyeberangi anak sungai,” ungkapnya.

Bahkan, lanjut Fatoro, beberapa tahun lalu terjadi banjir yang menyebbabkan empat warga terseret arus air dan meninggal dunia.

“Selain sarana jalan, kami berharap jembatan penghubung Desa Hiliweto Gido ke Desa Loloana'a  dibangun,” harap Fatoro

Sementara, Kasiaman Waruwu warga setempat mengaku sangat prihatin dengan kondisi desanya. Dia berharap ada perhatian khusus dari pemerintah.

“Infakstrutur di Desa Loloana'a sangat tidak memadai bahkan sangat sulit diakses kendaraan roda dua dan empat,” ujarnya

Tidak hanya itu, lanjut Kasiaman, jika hujan datang anak-anak dari Desa Loloana'a terpaksa tidak bisa ke sekolah.