Viral, Busaksi Nyak di Bakha Diburu Pecinta Lagu Lampung
Hendri Semaka Seniman asal Banjarmanis Gisting Tanggamus (Foto: Istimewa)

TANGGAMUS – Janji dan tekad Hendri, pegiat Budaya Lampung khususnya Wayak dan Segata dua tahun lalu, terjawab sudah. ''Saya akan terus berkarya menciptakan Segata dan Wayak Lampung selagi saya mampu," begitu tekad seniman muda asal Pekon (Desa) Banjarmanis, Kecamatan Gisting, Tanggamus dengan nama pena Hendri Semaka kala itu.  'Lagu Binasa Selat Sunda' yang dia ciptakan, sangat menyentuh dan diterima masyarakat Lampung dan Banten. Setelah sukses menciptakan lagu Peting tunggal Lampung 'Way Tulung Cabang Pitu' di awal Maret lalu, kini Hendri Semaka kembali menciptakan lagu Peting tunggal Lampung berjudul "Busaksi Nyak di Bakha". 

Lagu yang diiringi peting tunggal oleh Musikus Muda Rio Rozak itu, dinyanyikan dengan apik khas Lampung oleh penyanyi bersuara merdu Khoirunnisa, Muli Lampung asal Waylima, Kecamatan Pardasuka, Pringsewu. Lagu Busaksi Nyak di Bakha, sangat terkenal dan hits bukan hanya dimedia sosial, semacam FB, Youtube dan Smule saja. Namun juga di Radio Pringsewu FM, dalam acara "Ngandan Puwakhi" asuhan pembawa acara kondang Dani Ramoza. Enam hari berturut-turut lagu itu di putar tanpa henti atas request pendengar setia Pringsewu FM.

"Alhamdulillah lagu Busaksi Nyak di Bakha ciptaan Bang Hend banyak pendengarnya. Lagu tersebut memberikan nuansa ciri khas musik Lampung, yakni peting tunggal," ujar Dani. "Syair lagunya sangat menyentuh sehingga baik penyanyi dan penikmat musik lagu Lampung sangat menyukainya dan selalu request di acara Ngandan Puwakhi di Radio Pringsewu FM, lagu ini sangat Viral di tahun ini," kata dia.

Senada, artis kondang Lampung Erwinardo dan Edi Pulampas juga mengomentari positif lagu Busaksi Nyak di Bakha."Saya sudah mendengar dan menyimaknya. Nissa menyanyikan nya dengan sangat baik. Syair dan irama nya sangat bagus dan berbobot," tutur Erwinardo.  "Teruslah berkarya dan jangan pernah puas. Disetiap lagu, masukkan kata-kata sakral dan kata-kata zaman dulu, agar bahasa Lampung tidak punah,” begitu pesan artis senior Lampung menyemangati. Mendengar itu, Hendri mengaku bersyukur karyanya bisa diterima masyarakat Lampung.

"Alhamdulillah Ki helau penekhimaan masyarakat Lampung jama lagu Busaksi Nyak di Bakha. Insyaallah Sikindua akan tetap konsisten untuk menciptakan Wayak dan Segata Lampung,” kata Hendri. Dirinya juga mengaku sangat bangga dan senang atas upaya anak muda Lampung dalam menjaga adat budaya dan lagu-lagu daerah Lampung. Sebut saja komunitas "PEMULA" atau Persatuan Musisi Lampung di Tanah Rantau Tangerang yang di ketuai oleh Abang Agus Kelabay. 

Dengan wadah komunitas ini, pencipta lagu, musisi, pemilik musik dan pegiat adat budaya Lampung bisa saling memberikan dukungan satu sama lain. "Berkarya dan menjaga adat budaya Lampung itu tidak harus berdomisili di Lampung, dimana pun kita bisa menjaganya," ucap dia.

Dalam waktu dekat, Hendri juga akan merilis lagu terbaru dengan nuansa dangdut khas Lampung. Lebih lanjut dia berujar, penghargaan dan dukungan dari masyarakat Lampung sangat dibutuhkan.  "Jadi jangan lupa like dan subscribe di channel Youtube Hendri Semaka agar saya dan yang lain tetap bersemangat dalam berkarya," pungkasnya.

Hendri Semaka saat ini berdomisili di Bekasi, Jawa Barat, Dia juga pernah tinggal di Negeri Sakura Jepang selama empat tahun. Negara yang terbilang maju dalam segala hal. Namun itu tidak membuatnya melupakan adat budaya Lampung, tanah kelahirannya. Bahkan beberapa karyanya tercipta saat dirinya tinggal di negeri matahari terbit.