Prosesi Potong Tumpeng Sambut PTM di SMAN 1 Kelumbayan Barat Tanggamus
Foto: Istimewa

TANGGAMUS – Kembali diberlakukannya pembelajaran tatap muka (PTM) memberikan angin segar untuk dunia pendidikan di Tanggamus, Lampung. Para guru, murid juga orang tua bersuka cita dimulainya kegiatan belajar mengajar di sekolah.

Sebagai ungkapan rasa syukur, SMAN 1 Kelumbayan Barat, Tanggamus menggelar potong tumpeng.

Kepala SMAN 1 Kelumbayan Barat, Rudi Aprianto mengatakan hal ini sudah ditunggu-tunggu oleh wali murid, para siswa juga guru. Karena sudah hampir dua tahun mereka tidak belajar di sekolah.

“Kami sangat senang sekali mendapatkan izin, sudah ditunggu lama oleh orang tua dan siswa, tatap muka pembelajaran bisa memberikan transformasi keilmuan sangat maksimal. Suasana hari ini luar biasa sekali, mereka sangat antusias bisa bersekolah, bisa bertemu temannya, karena sudah dua tahun ini tidak bersekolah,” ujar Rudi didampingi Waka Sarpas Arifirando Selingga Puri, Jumat (10/09).

Selain menerapkan protokol kesehatan ketat dengan meminta setiap siswa yang masuk untuk mencuci tangan, wajib menggunakan masker, pihak sekolah juga membatasi jumlah siswa yang masuk sekolah setiap harinya.

Rudi menjelaskan, sistem PTM dibagi menjadi 2 sesi. Pagi pukul 07.30—09.35 WIB dan siang pukul 10.05—12.00 WIB.

“Seluruhnya ada 9 kelas,” ungkap Rudi.

Menurutnya, secara psikologis dampak pandemi ini dirasakan luar biasa, semua merasa proses pembelajaran secara online tidak bisa berlangsung secara maksimal. Bukan hanya dirasakan siswa, tapi para guru juga mengalami kesulitan.

“Terlebih ketika guru memiliki kewajiban menanamkan karakter kepada anak didik. Mereka sangat sulit ketika pembelajaran dilakukan secara online. “Karena ketauladanan hanya bisa diperlihatkan kepada anak didik ketika proses pembelajaran tatap muka,” ujarnya.