Prof. Karomani Paparkan Capaian Kinerja Selama Memimpin Unila
Foto: Istimewa

BANDARLAMPUNG – Universitas Lampung (Unila) menggelar refleksi dua tahun kepemimpinan Prof. Karomani sebagai Rektor Unila.

Kegiatan berlangsung di ruang sidang utama lantai 2 Rektorat dan daring melalui Zoom, Kamis (25/11) dihadiri ketua senat, seluruh wakil rektor, jajaran pimpinan tingkat fakultas, direktur pascasarjana, para ketua dan sekretaris lembaga, kepala biro, kepala UPT, ketua badan, ketua SPI, para tenaga fungsional, sivitas akademika di lingkungan Unila, serta awak media.

Pada pertemuan tersebut dibahas kinerja dan capaian Prof. Karomani selama memimpin Unila mulai dari Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) hingga penghargaan MURI pengukuhan guru besar terbanyak.

“PNBP Unila sempat menurun dari Rp283 miliar pada 2019 menjadi Rp277 miliar pada 2020. Akan tetapi PNBP Unila kembali meningkat menjadi Rp331 miliar tahun ini,” ungkap Prof. Karomani.

Melalui program percepatan guru besar, Unila terus menambah jumlah guru besar hingga mendapat apresiasi dari Musium Rekor-Dunia Indonesia (MURI) atas pencapaiannya mengukuhkan guru besar terbanyak di Indonesia.

Ia merinci, pada tahun 2018 hanya ada penambahan 1 guru besar. Pada 2019 ada penambahan 6 guru besar. Pada 2020 bertambah 8 guru besar, dan pada 2021 bertambah 10 guru besar.

“Saat ini, kita juga sedang memproses 30 calon guru besar. Saya bermimpi di tahun 2022 nanti, Unila memiliki 100 guru besar,” katanya.

Pencapaian lain sepanjang dirinya menjabat sebagai orang nomor satu di Unila, yakni melakukan penguatan bidang kemahasiswaan dengan menggelontorkan insentif sebesar Rp764 juta bagi mahasiswa berprestasi.

Unila juga mengambil peran dalam melakukan pencegahan dan penanganan COVID-19 di Indonesia, serta puluhan prestasi lainnya.

Prof. Karomani mengucapkan terima kasih kepada seluruh sivitas akademika Unila yang telah bersinergi dan bekerja sama hingga Unila meraih banyak pencapaian selama masa kepemimpinannya.