Pemberian Gelar Adat M Nasir Ditolak
Foto: Istimewa

PESAWARAN – Calon Bupati Pesawaran M. Nasir dinobatkan sebagai bagian keluarga besar adat Saibatin Bandakh Makhga IV Waylima Buay Khandau Selimau di Lamban balak Kekhatun kebandakhan makhga Waylima IV dengan Gelar/ Adok Dalom Cahya Makhga.

Namun, pemberian gelar adat tersebut ditolak 10 punyimbang Kebandakhan Makhga Waylima IV.

Suntan Junjungan Makhga, Farifki Zulkarnain mengingatkan agar tidak sembarangan memberikan gelar adat kepada seseorang.

“Legalitas masyarakat adat atau majelis adat harus sesuai dengan peraturan adat agar pemberian gelar adat menjadi sah dan dapat dipertanggungjawabkan,” kata dia, Sabtu (17/10).

Menurut Farifki, seharusnya pemberian gelar itu harus di musyawarahkan terlebih dahulu dengan Makhga Selimau.

"Sudah selayaknya dimusyawarahkan dulu sama makhga selimau setuju atau tidaknya. Baru dikabarkan dengan punyimbang yang lainnya dengan acara sakral. Dan juga harus mengundang makhga-makhga seperti Makhga badak, Makhga putih, Makhga Sepekhtiwi, seperti ini baru benar," ucap mantan anggota DPRD Pesawaran yang juga Pemuka Adat Marga Waylima itu.

Lanjutnya, acara pemberian gelar tidak hanya memotong kerbau.Sakralnya adalah pemberian Katil kepada Punyimbang Selimau.

"Bukan hanya sekedar motong kerbau. Tapi itu ada sakralnya dengan membagi katil dengan punyimbang selimau. Ini cuman empat punyimbang yang hadir, sedangkan yang tidak hadir ada 10 punyimbang, artinya  banyak puyimbang yang tidak setuju dengan pemberian gelar tersebut," jelasnya

Dia sangat menyangkan pemberian gelar tersebut, dan terkesan dipaksakan .

"Seharusnya Agus Bastian gelar Suntan Bandakh Makhga harus ikuti musyawarah selimau artinya dari surat penolakan untuk hadir diacara tersebut, ya acaranya jangan dilakukan, kalau begini terkesan seperti dipaksakan," ungkapnya.

Farifki menegaskan, penobatan M. Nasir menjadi Dalom Cahaya Makhga tidak sah, karena hanya dihadiri oleh empat punyimbang.

"Ya dari makhga selimau aja cuman empat punyimbang yang hadir, yang 10 gak hadir jadi gak sah kalau menurut saya," tutupnya.