Oknum ASN Diskominfo Tuding Seluruh Media dan LSM Lampung Tengah Abal-abal
Foto: Riki Antoni/monologis.id

LAMPUNG TENGAH – Beberapa jurnalis menyambangi Dinas Komunikasi dan lnformatika (Diskominfo) Kabupaten Lampung Tengah, terkait tudingan AW oknum ASN bendahara di dinas tersebut yang mengatakan semua Media dan LSM di Lampung Tengah abal-abal.

Tudingan itu disampaikan AW kepada SDN, salah seorang jurnalis di Lampung Tengah. SDN lalu menyampaikanya ke rekan-rekan media lainnya.

"Kami datang kesini (Diskominfo) untuk bertemu langsung dengan yang bersangkutan (AW). Saya mau menanyakan atas dasar apa dia menuding seperti itu. Berarti selama ini Kominfo melakukan MoU dengan media abal-abal," terang Novi, salah satu biro media cetak dan online, di kantor Diskominfo Lampung Tengah, Lampung, Kamis (01/10).

Guna mereda situasi yang sempat memanas, Sekretaris Diskominfo Lampung Tengah, Yuhairi Hasan menemui rekan-rekan media, sekaligus memanggil yang AW guna memberi keterangan atas pernyataannya tersebut dihadapan rekan media.

Dari hasil klarifikasi yang sempat memanas, AW membantah kalau dirinya pernah mengatakan hal itu, namun rekan-rekan media tidak serta merta mempercayainya.

"Saya tidak pernah mengatakan hal itu. Saya aja nggak pernah bertemu dengan SDN selama sebulan ini," bantah AW.

Sementara, Yuhairi Hasan meminta jurnalis dapat memusyawarahkan hal ini secara baik-baik dan jangan terbawa emosi. Dimana antara media dan Diskominfo adalah mitra sekaligus sahabat yang telah lama menjalin hubungan baik selama ini.

Dengan tidak adanya kata sepakat dalam pertemuan yang berlangsung itu, Novi dan jurnalis lainnya yang hadir berencana mengumpulkan media dan LSM di Lampung Tengah. Dirinya berharap kepada Kadis kominfo, Nila Kelana beserta jajarannya, dan yang bersangkutan dapat melakukan jumpa pers, guna menyelesaikan permasalahan ini.

"Besok kita berencana akan kembali membahas hal ini. Saya berharap Kadis kominfo beserta jajaran hadir. Apabila tidak juga ada kejelasan, kami bermaksud akan melaporkan hal ini ke pihak Kepolisian, atas dasar pencemaran nama baik semua media dan LSM yang ada di Lampung Tengah," ungkap dia.