Kuasa Hukum Kasus Dugaan Penyerobotan Tanah di Tanggamus Bantah Kalah di PTUN
Foto: Amirudin Rachman/monologis.id

TANGGAMUS – Heris Kurniawan, kuasa hukum keluarga Abdul Basid membantah keras gugatannya terhadap Sarwi cs ditolak Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Bandarlampung terkait dugaan penyerobotan lahan.

“Isu yang dihembuskan Sarwi cs gugatan kami ditolak, padahal dalam amar putusannya PTUN Bandarlampung tidak ada yang menyatakan gugatan para penggugat ditolak melainkan tidak diterima,” tegas Heris di Pekon Tanjungkemala, Kecamatan Pugung, Tanggamus, Lampung,  Minggu (19/09).

Dia merinci isi amar putusan PTUN Bandarlampung tertanggal 14 September 2021.

“Dalam eksepsi, PTUN Bandarlampung menerima eksepsi tergugat dan tergugat II intervensi mengenai tenggang waktu mengajukan gugatan,” kata dia

Sementara, dalam pokok perkara menyatakan gugatan para penggugat tidak di terima.

"Kalaupun ada pihak yang menyatakan itu ditolak, hanyalah oknum yang memberikan statement ngaco dan dapat pula diduga oknum tersebut adalah bukan kuasa hukum yang mendampingi pihak Sarwi saat sidang di PTUN Bandarlampung sehingga beliau tidak mengetahui dan tidak memahami jelas isi dari Amar Putusan pada persidangan di PTUN BL dengan Nomor perkara :17/G/2021/PTUN Bandarlampung atau bahkan mungkin yang bersangkutan belum membaca isi dari amar putusan tersebut" jelasnya

Dari isi amar putusan tersebut, lanjut Heris, sudah sangat jelas menerangkan bahwa gugatan para penggugat bukan ditolak tetapi tidak diterima dan eksepsi dari pihak Sarwi cs pun yang diterima hanya soal tenggang waktunya saja yang bukan berarti pihak Sarwi menang dalam persidangan perkara di PTUN lndar Lampung.

“Dengan kata lain adalah dari beberapa eksepsi dan jawaban-jawaban dari para tergugat, tidak ada yang mendasar dan tidak diterima oleh Majelis Hakim PTUN Bandarlampung, kecuali hanya soal tenggang waktu saja,” tegasnya.

Kembali dia menegaskan, dalam kasus ini belum ada yang ditentukan sebagai pemenang. “Karena belum inkrah atau belum memiliki kekuatan hukum tetap," ujarnya

"Masih ada waktu 14 hari untuk kami melakukan upaya hukum lain yaitu dengan mengajukan banding pada Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PT TUN) Medan, dan kami sangat yakin pada tingkat banding di PT TUN Medan optimis menang," katanya.

Heris juga meluruskan bahwa, pihak penggugat bukanlah Koyim seorang, akan tetapi ahli waris keluarga besar almarhum Abdul Basid yang terdiri dari 10 orang , termasuk didalamnya ada Istri dari almarhum Abdul Basid atau ibu dari Koyim, serta saudara tua dan saudara muda dari Koyim

"Penggugat itu ada 10 orang ahli waris yang disitu saudara Koyim termasuk sebagai anak dari almarhum Abdul Basid dan salah satu penggugat, sebenarnya ada apa dengan saudara Koyim, kalaupun ada statemen harusnya keluarga besar almarhum Abdul Basid bukannya Koyim seorang,”  tandasnya.