KPK Didesak Segera Keluarkan Sprindik Baru Buat Wagub Lampung
Chusnunia Chalim (Foto: Istimewa)

BANDARLAMPUNG – Koordinator Masyarakat Anti Korupsi (MAKI) Boyamin Saiman mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) segera mengeluarkan surat perintah penyidikan (sprindik) baru untuk Wakil Gubernur (Wagub) Lampung Chusnunia Chalim terkait kasus dugaan suap dan gratifikasi mantan Bupati Lampung Tengah Mustafa.

Bahkan, MAKI berencana memberikan lie detector kepada KPK untuk mendeteksi keterangan Chusnunia yang di nilai hakim berbelit-belit dan cenderung berbohong pada persidangan pekan lalu.

Desakan serupa disampaikan Ketua Masyarakat Peduli Demokrasi (MPD) Jupri.

“Sebaiknya KPK segera meningkatkan status hukum Chusnunia dari saksi menjadi tersangka,” tegas Jupri, Minggu (21/03).

Jupri menilai keterangan yang disampaikan Chusnunia pada saat menjadi saksi di persidangan banyak fakta kebohongan. Hal tersebut terlihat dari beberapa kali dirinya memberikan keterangan yang bertentangan dengan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) yang ditandatanganinya sendiri.

“Menurut saya hal tersebut sudah bisa dikenakan pasal keterangan palsu atau diduga menghalang-halangi proses penyidikan KPK dalam kasus Mustafa,” tambah Jupri.

Dari keterangan beberapa saksi di persidangan, publik melihat dan mendengar dengan jelas pernyataan yang dilontarkan Mantan Ketua PKB Lampung Musa Zainudin, kalau Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar menerima Rp40 miliar dari salah satu pasangan calon untuk memgeluarkan rekomendasi dukungan partai pada helatan pesta demokrasi itu. Sisinyalir dana tersebut dari SGC.

Jupri berharap Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK menghadirkan Muhaimin Iskandar serta Purwanti Lee (bos SGC) dalam persidangan.

Akademisi Hukum Universitas Lampung (UNILA) Yusdianto mendukung diterbitkannya sprindik baru oleh KPK ke JPU terkait keterlibatan Chusnunia agar kasus ini terang benderang.

“Hakim dan jaksa semestinya bisa jeli dalam menyikapi masalah kasus ini. Karena dalam fakta persidangan tersebut mengungkapkan bahwa Chusnunia ikut menikmati Rp1 miliar lebih. Ini sudah termasuk dalam gratifikasi. Saya berharap KPK segera menerbitkan sprindik baru terkait keterlibatan Chusnunia,” terangnya.