Kemenag Lampung Timur Bakal Usut Dugaan Pungli MTs N 2 Raman Utara
Foto: Wahyudi/monologis.id

LAMPUNG TIMUR – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Lampung Timur akan mengusut dugaan pungutan liar (pungli) yang terjadi Mts Negeri 2 Raman Utara.

Kepala Kantor Kemenag Lampung Timur Indra Jaya akan secepatnya memanggil Kepala Mts Negeri 2 Raman Utara, Lenny Darnisah.

“Akan segera kita panggil untuk dimintai keterangan terkait dugaan pungutan pembelian sampul raport tersebut,” tegas Indra Jaya, Senin (11/10) di kantornya.

Indra mengatakan, apapun alasannya, pungutan tersebut harus melalui musyawarah baik dengan wali murid atau komite sekolah.

“Pihak madrasah kalau mau melakukan pungutan harus meminta persetujuan dulu melalui komite sekolah dan para wali murid sesuai dengan standar operasional (SOP). Kalau cara ini tidak dilakukan maka pihak madrasah salah dan tidak dibenarkan untuk melakukan pungutan," tegasnya.

Jika itu benar terjadi tanpa musyawarah, Indra meminta oknum kepala madrasah mengembalikan uang pungutan kepada wali murid karena itu melawan aturan yang berlaku.

"Kami akan membuatkan berita acara pemeriksaannya, kemudian diteruskan kepada pihak Kantor Wilayah (kanwil) Kemenag Provinsi Lampung, karena kami merupakan instansi vertikal di bawah naungan kementerian agama, jadi kami harus menyampaikan kepada pihak kanwil untuk menjatuhkan sanksi tegas kepada oknum kepala madrasah tersebut," ungkapnya.

Terkait sanksi  yang akan dijatuhkan, Indra mengatakan, mengacu pada aturan Aparatur Sipil Negara (ASN).

“Ada 3 sanksi yaitu sanksi ringan yang sifatnya teguran, sanksi sedang yang sifatnya penundaan pangkat, sanksi berat yang sifatnya pembebasan dari jabatannya ataupun sampai dengan pemberhentian sebagai PNS," pungkasnya.