Kanker Masih Jadi Penyebab Kematian Tertinggi di Kota Metro
Foto: Zainal Arifin/monologis.id

METRO – Meskipun tidak menular, kanker masih menjadi penyebab kematian tertinggi dan membutuhkan pembiayaan pengobatan yang mahal.

Wali Kota Metro Wahdi Sirajudin mengungkapkan, data RSUD Jendral A Yani dan praktik dokter, sampai Februari 2020 terdapat 192 kasus (stadium lanjut). Dan dari data hasil IVA test untuk Kota Metro dengan IVA positif, terdapat 10 sampai 12 persen dari wanita usia 30-50 tahun.

Fakta itu disampaikan Wahdi saat melakukan penandatanganan komitmen bersama gerakan peduli kanker serviks dan payudara dalam rangka peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-57 dan bulan bakti IVA dan sadanis yang berlangsung di Sekretariat Yayasan Kanker Indonesia Kota Metro, Kamis (25/11).

Wahdi mengimbau, wanita usia rentan segera melakukan pemeriksaan deteksi dini kanker serviks dan payudara.

“Ini merupakan rangkaian peringatan HKN ke-57 dan ini adalah satu kesatuan dari Jaringan Masyarakat Peduli Anak dan Ibu (JAMA-PAI), jadi kita menjamin keseluruhan masyarakat Kota Metro 95%," tandasnya.

Sementara itu, Kadis Kesehatan Kota Metro Erla Andrianti mengatakan, data pasangan usia subur Kota Metro, terdapat sekitar 13 ribu jiwa yang harus dilaksanakan deteksi kanker.

"Nanti akan dilaksanakan secara rutin, bisa di puskesmas atau klinik berdasarkan faskes yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan, untuk pasangan yang sudah menikah, usia 30-50 tahun kita akan promosikan lewat puskesmas, kelompok ibu PKK agar tidak takut untuk melakukan deteksi sedini mungkin," pungkasnya.