Ingin Kuasai Harta Milik Bos, Pemuda Tulangbawang Bakar Mess Karyawan
Foto: Istimewa/dok Polres Tulangbawang

TULANGBAWANG – PM (19) nekat membakar mess karyawan tempat dia bekerja di Jalan Lintas Timur (Jalintim), Kampung Banjaragung, Kecamatan Banjaragung, Tulangbawang, Lampung.

Motifnya, pelaku ingin memiliki uang sebesar Rp25 juta milik pimpinnnya  yang merupakan hasil usaha penjualan barang-barang.

“Pelaku mengaku seolah-olah uang tersebut yang disimpan di atas plafon ikut terbakar," kata Kapolsek Banjaragung Kompol Devi Sujana mewakili Kapolres Tulangbawang AKBP Andy Siswantoro, Rabu (16/06).

Devi menjelaskan, peristiwa itu terjadi pada Senin (14/06) pagi. Pihaknya menerima informasi telah terjadi kebakaran di mess karyawan di areal gudang tempat usaha penampungan drum, tower dan jerigen milik korban Denny Perianto (40).

“Petugas kami yang mendapatkan informasi tentang kejadian kebakaran ini langsung menuju ke tempat kejadian perkara (TKP) dan melakukan olah TKP. Kemudian dua orang karyawan yang berada di TKP langsung dibawa ke Mapolsek untuk dimintai keterangan,” kata Devi.

Dari TKP, Polisi menyita barang bukti (BB) berupa dua lembar uang kertas terbakar yakni pecahan Rp 100 ribu dan Rp 50 ribu, taplak meja berwarna pink, dan kelambu warna putih orange.

Namun, Polisi menemukan kejanggalan karena di TKP tercium bau pertalite dan ditemukan plastik pembungkus pertalite.

“Dari sini petugas kami menduga kalau mess yang terbakar di bagian kamar tidur ini sengaja dibakar," jelas Devi.

Dari temuan hasil olah TKP tersebut petugas melakukan pemeriksaan secara mendalam terhadap dua orang karyawan yang berada di TKP. Salah satu karyawan berinisial PM, mengaku kalau dirinya sengaja membakar mess tersebut dan dilakukannya seorang diri.

"Pelaku PM warga Kampung Banjaragung ternayata ingin menguasai uang milik korban yang tak lain bos nya,” ungkap Devi.

Sementara, korban barui mengetahui kalau mess karyawan yang berada di areal gudang miliknya telah terbakar saat istrinya di telepon oleh pelaku PM. Saat kejadian korban sedang berada di rumahnya di Bandarlampung.

Guna mempertanggung jawabkan perbuatannya, pelaku saat ini sudah ditahan di Mapolsek Banjaragung dan dikenakan Pasal 187 ayat 1 KUHPidana. Diancam dengan pidana penjara paling lama 12 tahun.