Diduga Tidak Sesuai Spek, LSM Pijar Keadilan Soroti Proyek Lapen Totoprojo
Foto: Wanda Ariyanto/monologis.id

LAMPUNG TIMUR - Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Pijar Keadilan Lampung Timur menyoroti  pekerjaan lapen Desa Totoprojo, Waybungur, yang bersumber dari dana desa (DD) 2020 diduga  tidak sesuai spek.

"Pekerjaan ini terkesan asal jadi. Terlihat belum habis tahun anggaran 2020 ini sudah banyak batunya yang lepas dan rusak," ungkap Ketua LSM Pijar Keadilan Lampung Timur, Muklis, Rabu (02/12).

Muklis juga menduga, anggaran pekerjaan tersebut diduga di mark up oleh pihak Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) karena secara kualitas dan kuantitas tidak sesuai, ketebalan jalan lapen tersebut kurang.

Ketua LSM Pijar Keadilan Lampung Timur, Muklis.

"Lapen ini  kurang tebal sebab batu ukuran 3x5 kurang dan hampir tidak terpasang, terlihat dari batu onderlagh masih banyak yang muncul," tegas Muklis.

Dari data yang dihimpun LSM Pijar Keadilan Lampung Timur, pekerjaan lapen Desa Totoprojo menelan dana Rp186 juta sesuai Rencana Anggaran Biaya (RAB) dengan volume panjang 730 M dan lebar 3 M yang terletak di dusun 1 dan 2.

Sementara, Ketua TPK M.Ali Nursidik saat dikonfirmasi tidak merespon.