Diduga Melanggar PKPU, Kampanye Musa-Dito Dibubarkan Panwascam Terbanggibesar
Foto: Riki Antoni/monologis.id

LAMPUNG TENGAH – Sebuah rekaman video menanyangkan kampanye pasangan calon (paslon) nomor urut dua, Musa Ahmad-Ardito Wijaya, dibubarkan Panitia Pengawas Pemilihan Umum Kecamatan (Panwascam) Terbanggibesar, Lampung Tengah, Rabu (28/10).

Dalam video yang beredar, diketahui kegiatan kampanye Ppaslon tersebut, dibubarkan karena dianggap tidak sesuai dengan pengajuan Surat Tanda Terima Pemberitahuan (STTP) dari paslon, yang diduga melanggar Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) nomor 13 tahun 2020, dan dianggap tidak mematuhi sistem kampanye di masa pandemi COVID-19.

"Siapa koorlap dalam kegiatan ini. Dalam STTP kegiatan di katakan dalam ruangan, tidak berkerumun dijalan seperti ini, izinnya cuma 50 orang saja, bubar-bubar jangan kerumunan di jalan," ujar Panwascam, Sukri kepada Tim Paslon Musa-Dito, dalam video yang berdurasi 2:04 menit itu.

Dalam video itu tampak, petugas pengawas dan tim paslon sempat adu mulut. Situasi mereda karena setelah petugas membubarkan kerumunan kegiatan kampanye paslon ini, mereka lalu bergegas membubarkan diri. Dalam kegiatan itu juga tampak Sekretaris DPD II Golkar Lampung Tengah, Febriyantoni yang meminta kepada tim untuk bergegas meninggalkan lokasi.

Kegiatan di bubarkan oleh Panwascam, karena adanya kerumunan massa di tengah jalan, yang dianggap menganggu arus Lalulintas, dalam kegiatan itu juga tidak mematuhi Protokol Kesehatan.