Demo Tolak Omnibus Law di Lampung, Belasan Mahasiswa dan Polisi Luka-luka
Foto: Budi Bowo Laksono/monologis.id

BANDARLAMPUNG – Aksi tolak UU cipta kerja atau Omnibus Law  di DPRD Lampung berakhir ricuh. Sebanyak 15 mahasiswa lintas perguruan tinggi dan aparat kepolisian mengalami luka-luka akibat lemparan berbagai benda.

Kerusuhan massa tersebut terjadi sekitar pukul 16.00 WIB, Rabu (07/10)..

Berdasarkan pantauan di lokasi, ada belasan mahasiswa yang terluka setelah polisi menahan massa yang mencoba masuk ke dalam Gedung DPRD Lampung.

Irfan salah satu koordinator mahasiswa dari Universitas Lampung, menyebut sedikitnya ada 14 rekannya yang dirawat di beberapa rumah sakit.

"Ada korban luka di mahasiswa bang, dan saat ini masih dirawat di rumah sakit," kata dia.

Dia menjelaskan, sebanyak 5 mahasiswa di rawat di RS Bumi Waras, 1 di RSUD Abdul Moloeloek, 6 di RSUD Cokrodipo Bandarlampung  dan 2 di RS Bhayangkara.

"Total semuanya ada 14 korban luka bang, saat ini saya sedang infetarisir seluruh korban yang ada di rumah sakit," kata dia.

Kerusuhan berawal saat massa meminta anggota dewan untuk hadir di tengah pengunjuk rasa.

Namun, beberapa kali terjadi provokasi dari barisan belakang, hingga membuat massa menjadi tidak terkendali.

Pasukan Dalmas Polda Lampung yang berjaga di tangga Gedung DPRD Lampung awalnya berusaha tidak melawan massa yang terus melempar menggunakan batu dan sejumlah benda.