Bupati Tulangbawang Barat Buka Festival Tiyuh
Foto: Dirman/monologis.id

TULANGBAWANG BARAT – Festival Tiyuh-Tiyuh (Desa) Tulangbawang Barat resmi dibuka, Sabtu (03/07) malam.

Pembukaan dilaksanakan secara daring oleh Bupati Umar Ahmad  di Uluan Nughik yang disebar melalui Kanal YouTube Kominfo Tulangbawang Barat dan Sekolah Seni Tulangbawang Barat.

Dalam sambutannya, Umar menyampaikan, bahwa Festival Tiyuh-Tiyuh yang digelar merupkan salah satu upaya untuk membuka jalan serta kebangkitan nilai-nilai kebudayaan yang selama ini tersimpan di Tulangbawang Barat.

"Banyak sekali Produk-produk kebudayaan yang ada di Tiyuh-Tiyuh Kabupaten Tulangbawang Barat ini, terutama peninggalan-peninggalan para leluhur yang semestinya tetap ada dan memiliki relevansi di masa sekarang," ungkapnya.

Lanjut dia, melalui festival yang diselenggarakan hal-hal baru yang menarik sudah mulai muncul dari setiap Tiyuh, dan bahkan semua warga Tiyuh bersemangat mengingat pengetahuan yang pernah dimiliki para leluhur untuk kembali menampilkan dan menggali potensi-potensi tersebut.

"Semoga Festival Tiyuh-Tiyuh bisa menjadi Event terus menerus yang ada di Kabupaten Tulangbawang Barat dan menjadi ikon yang bisa menjadi tempat bagi seluruh warga Tulangbawang Barat untuk melakukan banyak kegiatan serta memperkenalkan Tulangbawang Barat hingga luar daerah," tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Tulangbawang Barat, Mansyur mengungkapkan, kegiatan yang diselenggarakan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Murni itu, sebagai upaya peningkatan kapasitas tiyuh dengan menggali berbagai potensi yang ada.

"Bukan hanya menggali potensi Sumber Daya Manusia (SDM) saja, tetapi melalui kegiatan ini kita juga menggali potensi lainnya yang ada di seluruh Tiyuh Tulangbawang Barat, mulai dari kuliner, seni budaya, sastra, kerajinan tangan, dan lain-lain," paparnya.

Jelas dia, pada festival tersebut, kita melakukan berbagai pameran potensi dari hasil riset, workshop dan pelatihan yang pesertanya dari Pemuda-pemudi Tiyuh, seperti Workshop pembuatan film, penulisan narasi, fotografi, kriya tikew, kriya bambu, kain nusantara, dan keramik, yang ditampilkan secara daring dan mematuhi protokol kesehatan.

"Dengan demikian, Festival ini akan menciptakan atmosfir kebudayaan dan relasi ekonomi yang berdampak luas dan berkelanjutan, juga sebagai upaya penguatan SDM untuk menggerakkan ekonomi kreatif masyarakat," tuntasnya.