BI Apresiasi Pengembangan Sapi di Lampung Selatan
Foto: Istimewa

LAMPUNG SELATAN – Bank Indonesia (BI) mengapresiasi sistem manajemen pengembangan sapi yang ada di Koperasi Produksi Ternak (KPT) Maju Sejahtera binaan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Keswan) Lampung Selatan.

KPT Maju Sejahtera yang berada di Desa Wawasan, Kecamatan Tanjung Sari itu dinilai mampu dan sukses dalam mengembangkan klaster yang mendukung program Pengendalian Inflasi Bank Indonesia.

Penghargaan diberikan Bank Indonesia kepada KPT Maju Sejahtera dalam Pertemuan Tahunan Bank Indonesia yang dilaksanakan secara virtual, pada Rabu (24/11).

Selain KPT Maju Sejahtera, Bank Indonesia juga memberikan penghargaan kepada 34 klaster atau mitra-mitra Bank Indonesia yang dinilai sukses dalam mengembangkan klaster yang berkontribusi dalam pemulihan sektor ekonomi guna mendukung pengendalian inflasi.

Kepala Dinas Peternakan dan Keswan Kabupaten Lampung Selatan, Rini Ariasih mengatakan, pada Klaster Ketahanan Pangan dalam rangka mendukung pengendalian inflasi terdapat tiga nominasi yang masuk tiga besar terbaik nasional Sub Sektor Peternakan/Perikanan.

“Alhamdulillah, KPT Maju Sejahtera di Kecamatan Tanjung Sari binaan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan terpilih sebagai yang terbaik. KPT Maju Sejahtera ini merupakan klaster pengembangan sapi yang mendapatkan bantuan pembinaan dari Bank Indonesia,” ujarnya.

Sementara, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Lampung Selatan, drh. Arsyad menambahkan, setiap tahun Bank Indonesia memberikan penghargaan kepada klaster terbaik yang dinilai sukses dalam mengembangkan klaster yang mendukung program pengendalian inflasi.

Arsyad menjelaskan, KPT Maju Sejahtera merupakan koperasi usaha pengembangan sapi dengan skema bagi hasil, pengadaan dan perdagangan sapi, produksi dan penjualan pakan, pinjaman sapi dan penjualan produk limbah ternak yang didirikan sejak 2014.

“Dan selama ini secara teknis KPT Maju Sejahtera mendapatkan pembinaan dari Dinas Peternakan dan Keswan Kabupaten Lampung Selatan. Kita terbaik nasional tentang Klaster Ketahanan Pangan dalam bentuk korporasi pertanian,” kata Arsyad.