Ancam Tetangga Pakai Golok, Petani Tulangbawang Diamankan Polisi
Foto: Istimewa

TULANGBAWANG – Polisi mengamankan seorang petani di Kampung Pasiranjaya, Kecamatan Denteteladas, Kabupaten Tulangbawang, Lampung karena mengancam tetangganya dengan senjata tajam (sajam) jenis golok.

Pelaku US (41), diamankan dikediamannya pada Selasa (19/10) malam.

Kapolsek Denteteladas Iptu Eman Supriatna menjelaskan, pengancaman itu terjadi pada Minggu (17/10), di rumah korban.

“Saat itu korban yang sedang Salat Ashar mendengar suara pelaku yang berteriak-teriak dari luar rumah sambil memanggil nama korban, lalu pelaku menggedor-gedor pintu rumah korban dengan menggunakan benda. Istri korban lalu menjawab dan berkata kepada pelaku bahwa korban sedang Salat,” ujar Kapolsek mewakili Kapolres Tulangbawang, AKBP Hujra Soumena, Rabu (20/10).

Usai korban Salat Ashar, istrinya baru membukakan pintu rumah dan pelaku langsung masuk ke dalam rumah korban sambil memegang golok. Pelaku memegang kaos yang dikenakan oleh korban dan menyuruh korban duduk.

"Saat korban duduk itulah pelaku menodongkan sajam jenis golok ke leher korban sambil berkata "saya bunuh kamu, saya gorok kamu, saya bakar hidup-hidup kamu." Korban lalu dibawa keluar dan didudukkan di bangku depan rumah sambil pelaku berkata "dasar orang tua goblok, tolol, kurang ajar," kemudian pelaku pergi sambil menenteng sajam jenis golok di tangan tangannya," jelas Eman.

Ia menambahkan, menurut keterangan dari korban, penyebab pelaku melakukan aksi tersebut karena korban tidak mau membantu pelaku untuk memanen udang di tambak milik pelaku yang mana saat itu korban sedang berpuasa, selain itu pelaku juga sedang ada masalah dengan keluarganya.

Lanjut Eman, dari tangan pelaku pengancaman ini petugasnya berhasil menyita barang bukti (BB) berupa satu bilah sajam jenis golok/parang panjang yang digunakan oleh pelaku dalam beraksi.

Pelaku saat ini masih dilakukan pemeriksaan secara intensif di Mapolsek Denteteladas dan akan dikenakan Pasal 335 KUHPidana serta Pasal 2 ayat 1 Undang-Undang Darurat Nomor 12 tahun 1951.