2 Tersangka Dugaan Korupsi RSUD Pringsewu Dibawa ke Rutan Tanggamus
Foto: Azis Ariansyah/monologis.id

PRINGSEWU - Dua tersangka kasus dugaan korupsi proyek pembangunan gedung ruang rawat inap kelas III RSUD Pringsewu tahun 2012 dengan nilai pagu Rp3,9 miliar akhirnya dibawa ke Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kotaagung, Tanggamus, Rabu (07/10) siang kemarin.

Kedua tersangka berinisial MB sebagai rekanan dan SR merupakan PNS di RSUD Pringsewu. Kasus tersebut sempat mandeg lama.

Sebelum di bawa ke rutan menggunakan mobil tahanan BE 2133 VZ, kedua tersangka didampingi masing-masing penasehat hukum sempat menjalani pemeriksaan di Kejari Pringsewu

Kepala Kejari Pringsewu, Amru Eryandi Siregar mengatakan penyidik Kejari melimpahkan tahap II pengiriman tersangka dan barang bukti ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) .

“Berdasarkan hasil audit Badan Pengawasan keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Lampung mengakibatkan kerugian negara sekitar Rp717 jutaan.  Dimana mulai hari ini kedua tersangka ditahan untuk dibawa ke rutan Kotaagung untuk 20 hari kedepan. Untuk sementara baru 2 tersangka yang memenuhi alat bukti ini, " ucap Amru didampingi Kasi Intelijen Median Suwardi bersama Kasi Pidsus, Leonardo Adiguna.

Akibat perbuatan kedua tersangka melanggar Pasal 2 ayat (1) jo pasal 18 UU No. 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU No. 20 tahun 2001 tentang Perubahan atas UU No. 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Korupsi Jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.Subsidair : Pasal 3 Jo pasal 18 UU No. 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU no. 20 tahun 2001 tentang Perubahan atas UU No. 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dengan ancaman hukuman penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 20 tahun.

Ia mengimbau kepada para pejabat dilingkungan pemkab Pringsewu agar dapat berhati-hati dalam pengunaan anggaran harus sesuai aturan jangan sampai keluar dari aturan, yang bisa mengarah ketindakan pidana.