2 Jam Diperiksa Bawaslu, Wali Kota Metro Ngeles Bisnis Sapi
Wali Kota Metro Ahmad Pairin. (Foto: Riki Antoni/monologis.id)

LAMPUNG TENGAH -  Wali Kota Metro, Ahmad Pairin penuhi panggilan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Lampung Tengah, terkait dugaan keterlibatannya dan beberapa orang Kepala Kampung dalam kampanye pasangan calon (paslon) Musa Ahmad-Ardito Wijaya (Musa-Dito), di Kecamatan Rumbia beberapa waktu lalu.

Kurang lebih 2 jam, Ahmad Pairin dimintai keterangannya oleh pihak Bawaslu setempat. Usai keluar dari ruangan Pairin menjelaskan bahwa kehadirannya di Bawaslu adalah memenuhi undangan Bawaslu Lampung Tengah untuk memberikan klarifikasi terkait dirinya ikut mengkampanyekan paslon Musa-Dito dengan beberapa orang Kakam di Rumbia.

"Pada saat itu memang benar saya hadir dan bertemu dengan beberapa Kakam yang ada di Rumbia. Ya hal itu biasa, karena sayakan sering keluyuran dan mencari sapi, karena saya memang beternak sapi," ungkap Pairin kepada media, Senin (19/10).

Lebih lanjut menurutnya, setelah dirinya hendak pulang, para Kakam meminta foto bersama dengan gaya menyimbolkan dua jari. “Tetapi saya tidak ngeh (menyadari) kalau hal itu akan berakibat seperti ini. Dan semua yang ditanyakan oleh pihak Bawaslu telah kita berikan jawabannya,” kata Pairin.

Pairin mengaku tidak mengetahui kalau foto dengan mengacungkan dua jari seperti itu akan menjadi permasalahan, dan menurutnya bukan niat berkampanye. “Kerena pertemuan dengan aparat desa itu memang biasa saya lakukan, apalagi mereka memang pernah menjadi timses kita pada saat pencalonan Bupati beberapa tahun lalu," jelas Pairin.

Sementara, Kepala Bawaslu Lampung Tengah, Harmono menjelaskan telah meminta keterangan dari yang bersangkutan. Hal itu untuk melengkapi data materil dari Pairin, “Sebelumnya kita juga telah meminta keterangan dari 4 Kakam Rumbia, dan berkoordinasi dengan Gakumdu guna menindaklanjuti hal ini," jelas Harmono, saat dikonfirmasi monologis.id.

Meski demikian Harmono belum bisa memberikan hasil keterangan terkait tindaklanjut hal itu, karena pihaknya masih akan mengumpulkan data-data pelengkap lainnya agar data materil dan formilnya lengkap dan akan diserahkan ke Gakumdu untuk menindaklanjutinya.

"Untuk saat ini kita masih akan melengkapi data materilnya dulu, bahkan kita juga telah meminta keterangan dari 4 Kakam dari 9 Kakam yang akan kita mintai keterangannya terkait hal itu," ungkap dia.