Tiga Mahasiswa UKSW Salatiga Asal Papua Meninggal Dunia Akibat Miras
Foto: Istimewa/dok Polres Salatiga

SALATIGA - Tiga mahasiswa asal Papua di Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga meninggal dunia akibat menenggak minuman keras (miras) oplosan pada Sabtu malam (06/03) lalu.

Kapolres Salatiga AKBP Rahmad Hidayat mengatakan, berdasarkan keterangan dari RSUD Kota Salatiga korban meninggal karena kelebihan kelenjar getah bening dan dari hasil pemeriksaan juga tidak ditemukan adanya tanda kekerasan ataupun suspek COVID-19.

"Saat ini jenazah korban  sudah dalam penerbangan untuk dimakamkan di kampung halamanya," ujarnya kepada Media di halaman Pendopo Mapolres Salatiga, Jumat (12/03).

Menurutnya, seusai menenggak miras, mahasiswa asal Papua yang pertama kali meninggal bernama Ovni Wakerkwa (21) dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Komunikasi (Fiskom).

Dia menuturkan, untuk korban meninggal lainya yaitu bernama Rudolf Carlos Kelanangame (24) mahasiswa dari Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) UKSW dan yang ketiga yaitu Marpino M. Sipka (23) mahasiswa Sosiologi.

"Meninggalnya karena sakit yang dialaminya dan ketiga mahasiswa tersebut yang meninggal dunia tidak ada kekerasan fisik dan tidak terkonfirmasi penyakit COVID-19," jelasnya.

Dia menambahkan, dari informasi dari pihak UKSW dan pengurus LP Mark  jenazah akan diberangkatkan dan untuk  korban pertama sudah diberangkatkan ke Papua pukul 17.45 wib melalui Bandara A Yani Semarang dengan Pesawat Garuda, sedangkan dua jenazah lainnya menyusul sore harinya.

"Kita berharap tidak ada lagi adik-adik mahasiswa yang mengkonsumsi miras, sehingga mereka berhasil meraih studi di Kota Salatiga," tuturnya.

Sementara itu, Pembantu Rektor III UKSW Andeka Rocky Tanaamah mengaku berduka atas kejadian ini dan menyatakan bahwa seluruh Civitas Akedemika UKSW Salatiga menyampaikan duka mendalam atas meninggalnya tiga mahasiswa UKSW asal Papua.

Menurutnya, bahwa dengan adanya kejadian ini akan memberikan perhatian lebih dengan pembinaan terhadap adik-adik mahasiswa tidak hanya yang asal Papua namun semuanya.

"Kejadian ini sangat tidak terduga karena komunikasi selama ini juga berjalan baik, ini akan menjadi catatan khusus dan menyerahkan hal ini kepada pihak kepolisian, dengan tetap saling berkoordinasi dan berkomunikasi," pungkasnya.