Satpam Pertamina Gunungsitoli Diduga Hambat Kerja Jurnalis
Foto: Yamoni Laoli/monologis.id

GUNUNGSITOLI – Dua orang wartawan media online, AZ dan ST, mengaku dicegah satuan pengamanan (satpam) PT. Pertamina (Persero) Marketing Operation Regional (MOR) I, Terminal BBM Gunungsitoli, Sumatera Utara saat akan meminta klarifikasi management perusahaan tersebut terkait BBM Industri.

“Kami hendak konfirmasi ke kepala bidang kehumasan atau bagian penjualan (marketing) Pertamina tentang pengakuan salah seorang direktur perusahaan bahwa kegiatan usahanya menggunakan BBM industri," ungkap AZ, Rabu (02/12).

Tidak hanya itu, dari informasi yang dihimpun wartawan tersebut, bahwa BBM yang digunakan oleh perusahaan itu disuplai oleh seseorang dengan menggunakan drum-drum dan diantar dilokasi, diduga dibeli dari SPBU dengan harga subsidi.

"Atas informasi tersebut, kami sangat berupaya menemui pihak manajemen perusahaan tapi menurut satpam setiap tamu berkunjung diwajibkan memperlihatkan hasil rapid test. Menurut satpam, itu perintah dari atasan," ujar AZ, kesal.

Meski keduanya telah menunjukkan kartu identitas wartawan, tapi tetap tidak diizinkan masuk.

Saat keduanya menanyakan aturan tertulis tentang keharusan menunjukkan hasil rapid test saat berkunjung ke kantor pertamina MOR I Gunungsitoli, satpam mengakui bahwa aturan secara tertulis tidak ada, tetapi hanya bentuk perintah lisan dari pimpinannya.

"Karena aturan tersebut tidak bisa ditunjukkan oleh satpam, kami pun meminta solusi lain dengan meminta bantuan satpam untuk menyampaikan terlebih dulu kepada manajemen maksud tujuan kunjungan kami, akan tetapi satpam tetap beralasan bahwa sepanjang tidak ada hasil rapid test maka siapa pun tidak boleh menemui pihak manajemen pertamina," tutup AZ.