Residivis Tewas Dihajar Massa, Beberapa Warga Jadi Tersangka
Kasat Reskrim Polres Aceh Singkil Iptu Abdul Halim (Foto: Istimewa)

ACEH SINGKIL - JS (56) residivis kasus pencurian warga Desa Srikayu, Kecamatan Singkohor, Kabupaten Aceh Singkil, Aceh dinyatakan tewas setelah sempat menjalani pemeriksaan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Aceh Singkil, Sabtu (27/11).

Pria ini dibawa ke rumah sakit setelah dihakimi massa karena tepergok hendak mencuri.

Kapolres Aceh Singkil, AKBP lin Maryudi Helman melalui Kasat Reskrim Iptu Abdul Halim mengungkapkan, lronologis kejadian pada Sabtu (27/11) sekira pukul 03.20 wib. Personel Polsek Gunungmeriah mendapatkan informasi dari masyarakat Desa Lae Butar, Kecamatan Gunungmeriah mengamankan satu orang diduga pelaku tindak pidana pencurian.

“Kemudian Polisi mendatangi TKP, sesampainya di lokasi masyarakat sudah ramai dan diduga pelaku tersebut sudah berada dalam kondisi tergeletak ditengah jalan,” ucap Abdul Halim.

Tidak lama kemudian datang Pj Kepala Desa Lae Butar ke TKP. Bersama Polisi dan masyarakat sekitar lalu membawa pelaku ke RSUD Aceh singkil. Sesampainya di IGD RSUD Aceh Singkil, Dokter jaga yang melakukan pemeriksaan menyatakan terduga pelaku telah meninggal dunia.

Satreskrim Polres Aceh Singkil lalu melakukan penyelidikan dengan melakukan pemeriksaan secara meraton terhadap saksi-saksi diantaranya IG (41),  SN (34), HO (34), MN (35), dan SN (39). Semuanya warga Desa Lae Butar.

Berdasarkan keterangan saksi-saksi tersebut, diakui bahwa mereka ada melakukan kekerasan secara bersama-sama terhadap terduga pelaku, sehingga mengakibatkan korban meninggal dunia serta didukung dengan barang bukti yang ditemukan di TKP.

Selanjutnya berdasarkan bukti permulaan yang cukup terhadap nama-nama tersebut diatas dilakukan penangkapan di Kantor Polres Aceh Singkil guna untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya dimata Hukum.

“Sedangkan barang bukti yang diamankan saat ditempat kejadian perkara, satu potong kayu dengan panjang lebih kurang 120 cm yang sudah patah, dua batang talas yg bersifat mengering & membusuk, tali rafia dengan panjang lebih kurang 1 meter,  Satu potong besi bulat dengan panjang lebih kurang 80 Centi Meter dan 1 ( Satu ) unit handphone milik Saksi SN,” ungkap Iptu Abdul Halim.

Terpisah Kuasa Hukum warga Lae Butar, Muhammad Rifa'i Manik mengungkapkan bahwa sebelum terjadinya peristiwa amukan massa, warga sempat melapor ke kantor Polsek Gunungmeriah tentang adanya masyarakat yang menjadi korban pencurian.

"Jadi sehari sebelumnya, ada beberapa rumah warga Lae Butar yang menjadi korban pencurian, lalu pada malamnya itu sekelompok pemuda dan masyarakat Desa Lae Butar berinisiatif untuk melakukan patroli malam, bahkan pada saat malam kejadian itu ada rumah warga yang diduga sempat dimasuki terduga pelaku,” imbuhnya.