Polres SBB Dirikan Pos Pengamanan Operasi Yustisi
M Fitra Suneth/monologis.id

SERAM BAGIAN BARAT - Polres Seram Bagian Barat (SSB), Maluku, terus melakukan pengawasan dalam kesidiplinan protikol kesehatan COVID-19 terhadap masyarakat. Patroli dilakukan secara bersinergi dengan melibatkan TNI dan Sat Pol PP dilaksanakan pada Sabtu malam dan telah berjalan selama dua pekan.

Selain itu, Polres SBB juga mendirikan dua pos pengamanan gabungan.

“Pos yang dibangun untuk pengamanan sebab ada perintah dari pusat untuk melaksanakan pendisiplinan masyarakat terhadap protokol kesehatan dalam menegakan operasi yustisi," kata Kapolres SBB, AKBP Bayu Tarida Butar Butar kepada monologis.id di ruang kerjanya, Jumat (18/09).

Kata Kapolres, kegiatan yang lakukan untuk meningkatkan personil gabungan dan terus tingkatkan patroli ke titik-titik keramaian seperti Pelabuhan Waipirit dan Pasar Ikan Piru dan itu dilaksanakan secara gabungan.

“Sedangkan untuk internal Polres SBB sendiri, tetap kita terapkan  protokol kesehatan dengan menyediakan sarana-sarana cuci tangan, tempat kontaminasi, pengecekan suhu,dan lainnya, masyarakat maupun anggota polres SBB yang masuk ke tempat pelayanan harus ikuti aturan protap kesehatan yang sudah disiapkan oleh Polres SBB,” kata Kapolres.

Patroli juga dilaksanakan di Polsek-polsek, dengan terus melakukan pengawasan terhadap masyarakat terkait kedisiplinan protokol kesehatan COVID-19.

Selain itu, kata Bayu, Polres SBB juga sudah membuat papan informasi, kawasan wajib memakai masker, bukan saja di Mapolres tapi di jalan dan beberapa titik lainnya termasuk asrama Polres SBB.

"Untuk Polres SBB sendiri tetap tingkatkan pengawasan agar masyarakat SBB patuhi protokol kesehatan, guna memutuskan mata rantai penyebaran COVID-19," jelas Bayu.

Soal penindakan masyarakat yang tidak patuhi protokol kesehatan, disampaikan Kapolres, pihaknya belum sejauh itu hanya sebatas tingkatkan pengawasan.

Diperaturan Bupati sendiri tercantum sanksi administrasi yakni sanksi sosial dan denda, namun dengan dikeluarkan peraturan tersebut tidak serta merta dilakukan oleh pihak Polres SBB. Langkah awal yang dilakukan yakni mensosialisasikan sanksi-sanksi yang diberikan apabila tidak gunakan masker kepada masyarakat.

"Kurang lebih 1 bulan kita akan sosialisasikan peraturan Bupati tersebut, setelah itu kita lakukan penindakan bagi masyarakat yang tidak gunakan masker," tutup Kapolres.