Polisi Gerebek Pabrik Tembakau Sintetis Skala Rumahan di Kota Serang
Foto: Istimewa

SERANG - Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Serang menggerebek rumah di komplek PSH Cipocokjaya, Kota Serang, Banten, yang dijadikan pabrik (home industry) tembakau sintetis dan liquid vape berbahan narkotika.

Kapolres Serang AKBP Yudha Satria mengatakan, dari dalam rumah kontrakan yang mirip laboratorium ini, petugas mengamankan peralatan serta bahan baku pembuatan tembakau dan liquid vape berbahan narkotika.

“Barang bukti yang diamankan, diantaranya 5 bungkus tembakau murni, 1 bungkus tembakau sintetis serta 3 dirigen ukuran 5 liter berisi alkohol 90 persen, mesin pres dan mesin magnetik stirrer serta gelas-gelas takaran,” kata Kapolres didampingi Kasatresnarkoba Iptu Michael K Tandayu dan Kasihumas Iptu Dedi Jumhaedi saat menggelar ekspose di Mapolres Serang, Rabu (13/10).

Dalam penggerebakan itu petugas mengamankan 4 orang tersangka yaitu RK (24) dan AM (21) keduanya warga Desa Mulyosari, Kecamatan Pasirsakti, Lampung Timur.

Kemudian YP (24) warga Desa Saga, Kecamatan Balaraja, Kabupaten Tangerang serta RS (29) warga Kelurahan Pengampelan, Kecamatan Walantaka, Kota Serang.

“Tersangka AM dan YP merupakan mahasiswa sebuah perguruan tinggi di Kota Serang,” ungkap Yudha.

Yudha mengatakan pengungkapan pabrik pembuatan tembakau dan liquid vape berbahan narkotika terbilang cukup besar. Pasalnya peredarannya hampir di seluruh provinsi di Indonesia, mulai ke Sumatera hingga Papua.

Pengungkapan berawal dari ditangkapnya tersangka RK di sebuah rumah kontrakan di Lingkungan Ciloang, Kelurahan Panancangan, Kota Serang pada Rabu (6/10) sekitar pukul 12:30. Wib

Atas perbuatannya, keempat tersangka dijerat Pasal 113 jo Pasal 111 jo Pasal 132 UU 35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman paling singkat 5 tahun dan maksimal 15 tahun penjara, denda paling sedikit Rp 1 miliar dan maksimal Rp 10 miliar.