Pemda dan Polres SBB Masifkan Operasi Yustisi di Tempat Hiburan Malam
Foto: M Fitrah Suneth/monologis.id

SERAM BAGIAN BARAT - Upaya mencegah penyebaran virus korona (COVID-19) Pemerintah Daerah bersama Polres Seram Bagian Barat (SBB), Maluku, akan terus melakukan operasi yustisi di tempat hiburan malam (THM) yang ada di Kecamatan Kairatu dan Kairatu Barat.

Itu terungkap pada pertemuan tatap muka Pemda dan Polres SBB dengan para pemilik THM dalam rangka pendisiplinan kolektif berbasis komunitas serta sosialisasi peraturan Bupati No. 15 Tahun 2020  di aula Bhayangkara Polres SSB, Kamis  (08/10).

Pertemuan tersebut dihadiri Waka Polres SBB Kompol Akmil Djapa, Asisten 1 Setda SBB Zeth Selano, Kadis Kesehatan Anis Tapang dan Kadis Infokom Abdul Rahman, serta pemilik THM.

“Pemda SBB telah terbitkan Perbup SBB No.15 tahun 2020 tentang protokol kesehatan yang mana sudah menjadi payung hukum untuk kehidupan sosial kemasyarakatan yang berbasis komunitas dan didalamnya ada sanksi bagi yang melanggar protokol kesehatan baik berupa sanksi sosial, serta sanksi denda uang tunai," ungkap Djapa.

Untuk itu, kata Wakapolres SBB, dalam situasi pandemik COVID-19 seperti ini, Pemda SBB bersama Polri dan TNI memberlakukan operasi yustisi baik kepada masyarakat maupun warga yang ada di tempat hiburan malam, dalam hal ini para pekerja hiburan malam di cafe dan lokalisasi.

Djapa berharap, dengan hadirnya Pemda SBB, TNI/Polri pemilik tempat hiburan malam, sebagai corong yang mempunyai tanggung jawab moral untuk mensosialisasikan perbup kepada komunitas masyarakat sehingga masyarakat selalu memberlakukan protokoler kesehatan di tengah pandemik COVID-19. Sehingga melalui kegiatan sosialisasi ini dapat mewujudkan kehidupan masyarakat SBB yang taat dan patuh terhadap protokoler kesehatan COVID-19.

Sementara itu, Asisten I Setda kabupaten SBB Ir. Z. P. Selano, menyampaikan telah dilakukan Sosialisasi Perbub No. 15 Tahun 2020 kepada masing-masing Penjabat kepala desa se-Kabupaten SBB di Aula kantor Bupati SBB dan juga lagi gencar-gencarnya kegiatan Sosialisasi tersebut dilakukan oleh Tim Gustu COVID-19 Kabupaten SBB bersama dengan Polri dan TNI.

"Perbup SBB No. 15 Tahun 2020 tentang Protokoler Kesehatan sudah menjadi payung hukum bagi kehidupan sosial kemasyarakatan yang bertujuan untuk memutus mata rantai COVID- 19 di Kabupaten SBB," ujarnya.

Ditambahkannya, pemerintah daerah SBB lewat Satpol PP dengan dibantu oleh Polri dan TNI menjadi garda terdepan guna pemberlakuan protokoler kesehatan sesuai dengan Perbup SBB No. 15 Tahun 2020.

Dalam Perbup tersebut terdapat konsukuensi hukum yang mengatur serta mengikat bagi masyarakat maupun pelaku usaha tempat hiburan malam sehingga kiranya dapat dipahami oleh para pemilik THM yang ada di Kabupaten SBB.

"Dan ada sanksi sosial maupun denda bagi yang melanggar, dan untuk sanksi denda uang tunai bervariasi, dan semoga dengan adanya perbup ini masyarakat tak melanggar dan terus menerapkan protokol kesehatan, gunakan masker, cuci tangan, hindari kerumunan dan lainnya guna mencegah penyebaran COVID-19 di Kabupaten Seram Bagian Barat," pungkasnya.