P4 Pandeglang Desak Inspektorat dan Kejaksaan Audit BOP PAUD
Foto: Ilustrasi/Istima

PANDEGLANG – Oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) Dinas Pendidikan (Disdik) Pandeglang berinisial M diduga mencatut nama Bupati Pandeglang untuk kepentingan pribadinya.

Oknum tersebut meminta pengurus Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang menerima program bantuan operasional pendidikan (BOP) menyisihkan sejumlah uang untuk membeli buku dari dirinya.

Pergerakan Pemuda Peduli Pandeglang (P4) Kabupaten Pandeglang yang mengetahui kabar tersebut mengaku gerah.

“Ini jelas-jelas sudah memalukan Disdik Pandeglang dan mencederai nama ibu Bupati Irna. Kami dari P4 Kabupaten Pandeglang mendesak Inspesktorat untuk bertindak cepat dalam melakukan audit sebagaimana yang diperintahkan bupati, agar terang benderang menyelesaikan persoalan itu,” tegas Arief Ekek selaku Koordinator P4, Sabtu.

Menurut Arief Ekek, pihaknya mendorong kasus tersebut segera diusut secara hukum karena bukan tidak mungkin ada oknum Disdik Pandeglang lainnya yang ikut terlibat.

“Dalam waktu dekat kami akan melakukan aksi unjuk rasa di depan Kantor Inspektorat dan Kejaksaan Negeri Kabupaten Pandeglang,” ungkap Arief.

Selain itu, Arief juga menuntut persoalan proyek penunjukan langsung dan lelang di Dinas Pendidikan Pandeglang diaudit, termasuk persoalan rekrutmen Kepsek SDN dan SMPN yang diduga kuat dilakukan oknun ASN inisial M tersebut.

Ditambahkannya, tuntutan dalam mengusut dituntaskan dugaan pencatutan simbol Pandeglang dan simbol Dinas Pendidikan sangat mendasar dan harus terang benderang diungkap pada masyarakat Pandeglang.

“Jangan terlalu lama sembunyi dibalik layar kesucian!. Ini harus segera dituntaskan, dan diproses sesuai hukum yang berlaku,” pungkasnya.

Diketahui, dari 672 pengelola PAUD yang menerima BOP dari pemerintah pusat sebesar Rp5 juta diwajibkan menyisihkan Rp3 juta dengan dalih untuk pembelian buku oleh oknum tersebut.

Menanggapi hal itu, Bupati Pandeglang, Irna Narulita membenarkan bahwa ada laporan yang masuk padanya terkait oknum yang meminta jatah dengan mengatasnamakan bupati.

Oleh karena itu, dirinya langsung memerintahkan jajarannya untuk melakukan kroscek ke lapangan dengan meminta keterangan dari para pengelola PAUD.

 “Iya. Jadi kemaren ada yang ngasih tahu ibu (menyebut dirinya) terus nanya masalah itu. Katanya atas perintah bupati. Masya Allah, Setiap oknum pasti begitu tuh, atas nama bupati. Kemarin (29/12/2021) ibu panggil langsung, ibu suruh kroscek dulu sama Inspektorat, Dindik dan BKD,” kata Irna pada awak media singkat.