Liput Proyek Jembatan Idi Rayeuk Aceh Timur, Kontributor TV One Diintimidasi dan Diancam
Foto: Ihsan/monologis.id

ACEH TIMUR – Kontributor TV One Ilham Zulfikar diintimadasi dan mendapat ancaman oleh oknum humas PT.Brahmakerta Adwira selaku pelaksana proyek pembangunan jembatan lintas nasional Idi Rayeuk, Aceh Timur, Aceh, Rabu (23/06).

Saat itu, Ilham bersama wartawan monologis.id Ihsan dan Koordinator LSM LAKI Aceh Timur Saiful Anwar tengah mewawancari warga Desa Keude Blang, Idi Rayeuk terkait penyempitan badan sungai akibat proyek tersebut. Tiba-tiba didatangi seorang pria.

Oknum yang kerap disapa Tekong itu lalu menyanyakan identitas wartawan sambil marah-marah.  Lalu dia mencoba menendang Ilham sebanyak dua kali, namun Ilham berhasil mengelak.

“Sambil marah-marah dia mengayunkan kakinya sebanyak dua kali namun tidak mengenai karena saya mengelak sambil merekam kejadian itu,” kata Ilham.

Usai melakukan hal itu, Tekong meninggalkan lokasi sambil menghina dengan memaki-maki wartawan.

Sementara, Taslim Koordinator Wilayah PT. Brahmakerta Adwira selaku rekanan pelaksana pemenang tender duplikasi Jembatan Idi Rayeuk dari Kementerian PUPR  melalui Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Sumatera 1 menjelaskan secara teknis sejumlah item kegiatan yang sedang mereka lakukan.

Taslim juga menyebutkan bahwa pekerjaan mereka sebenarnya sudah sesuai spesifikasi.

“Jika anda ingin melihat lebih rinci, kita ada gambar,” tegas.

Terkait permintaan RAB dan spesifikasi yang diminta LSM LAKI Aceh Timur, pihaknya tidak bisa memberikan sembarangan jika bukan kepada auditor eksternal BPK RI.

Pihak LAKI Aceh Timur sendiri merasa tidak puas atas penjelasan dari pihak rekanan.

"Sebenarnya perusahaan telah mencoba menutupi informasi yang menjadi hak publik dalam melaksanakan proyek Pemerintah dan ini bertentangan dengan Undang-Undang No.14 tahun 2008 tentang keterbukaan informasi publik karena proyek jembatan tersebut akan digunakan oleh masyarakat sebagai pengguna jalan,” kata Koordinator LSM LAKI Aceh Timur Saiful Anwar.