KPK Amankan 14 Orang Saat OTT Wali Kota Bekasi

BEKASI - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan 14 orang dalam operasi tangkap tangan (OTT) di Kota Bekasi, Jawa Barat dan Jakarta, Rabu (5/1/2022) kemarin.

KPK juga mengamankan barang bukti uang Rp5,7 miliar dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi pengadaan barang dan jasa serta lelang jabatan yang melibatkan Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi.

14 orang tersebut diantaranya Rahmat Effendi (RE), AA Direktur PT ME (MAM Energindo), NV makelar tanah, BK  sekaligus ajudan RE, MB Sekretaris Dinas Penanaman Modal dan PTSP, HR  Kasubag TU Sekretariat Daerah, SY Direktur PT KBR (Kota Bintang Rayatri) dan PT HS (Hanaveri Sentosa), HD Direktur PT KBR dan PT HS, MS Camat Rawalumbu, JL Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertahanan Kota Bekasi, AM Staf Dinas Perindustrian, MY Lurah Kati Sari, WY Camat Jatisampurna, dan LBM swasta.

Ketua KPK Firli Bahuri`menyebut jumlah uang bukti kurang lebih Rp5,7 miliar dan sudah KPK sita sekitar Rp3 miliar dan sekitar Rp2 miliar dalam buku tabungan.

"Atas perbuatannya, para tersangka selaku pemberi disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001," kata Firli di Gedung Merah Putih, jakarta, Kamis (6/1/2022).

Sementara itu, tersangka sebagai penerima, yakni Rahmat Effendi dan kawan-kawan disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a dan Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 atau Pasal 12 huruf f serta Pasal 12 B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001.