Insiden Pengrusakan Kantor Distrik Aifat Selatan, Ketua KNPI Maybrat: Ditujukan ke Pemerintah, Bukan Kami
Foto: Eddwin Charles Fatie/monologis.id

MAYBRAT - Insiden yang dilakukan warga kampung Tahmara Distrik Aifat Selatan usai upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 2020 lalu dengan merusak kantor distrik dan beberapa fasilitas lainnya murni ditujukan kepada pemerintah daerah bukan KNPI Maybrat

Bantahan itu dikemukakan Ketua KNPI Maybrat Klemens Howay di Kumurkek, Maybrat, Papua Barat, Jumat (30/10).

"Perlu saya klarifikasi bahwa informasi yang saat ini beredar di media sosial bahwa aksi yang dilakukan masyarakat Kampung Tahmara itu ada kaitannya dengan Hari Sumpah Pemuda yang dilaksanakan di Kampung Kisor,  jadi aksi itu saya katakan bahwa tidak ada kaitannya dengan Hari Sumpah Pemuda," tegas Klemens.

Menurutnya, KNPI Maybrat sendiri sebelumnya telah sepakat untuk mengadakan lomba bola voli putra putri dan gawang mini dalam menyongsong Hari Sumpah Pemuda. Kesepakatan itu pun telah mendapat dukungan penuh dari pemuda maupun para tokoh setempat bahkan berjalan dengan aman dan sukses sampai pada penyerahan hadiah saat upacara puncak Hari Sumpah Pemuda di lapangan Kantor Distrik

"Hal yang terjadi itu karena adanya miss komunikasi dalam arti bahwa memang awalnya ada rencana agenda pemerintah yang nantinya di masukan dalam momen itu namun tidak terlaksana akhirnya masyarakat kecewa dan melakukan pelemparan terhadap kaca kantor dan sejumlah kursi," jelasnya.

Memang benar, Kata Klemens, ada oknum pejabat yang dipercayai bupati untuk melakukan komunikasi ke masyarakat bahwa akan dicari momentum yang tepat untuk dilakukan penyerahan SK Kampung Tahmara. Namun, informasi itu tidak menyentuh sampai ke arus bawah sehingga terjadi demikian.

"Jangan anggapan berlebihan karena KNPI Maybrat yang kini bergumul bagaimana menyatukan pemuda di Maybrat terutama merubah paradigma berpikir, paham dan ideologi yang selama ini berbeda-beda. Kenapa kali ini di kita lakukan di kisor karena selama ini kita lakukan di ibukota kabupaten Maybrat," kata dia.

Klemens juga mengajak muda-mudi di Maybrat untuk berpikir lebih positif dalam menyampaikan statemen di berbagai media karena hal itu dengan mudah akan dikonsumsi publik dengan berbagai pandangan yang berbeda. "Kalau berpikir negatif terusan kapan kita membangun Maybrat, mari kita menjaga persatuan dan kekompakan kita, tinggalkan semua perbedaan dan bersatu membangun Maybrat," ajak Klemens

Sekretaris Majelis Pemuda Indonesia (MPI) Nikson Kambu mengatakan, kegiatan Hari Sumpah Pemuda dari awal hingga akhir berjalan aman, dan insiden itu pun terjadi diluar agenda KNPI, "Jadi kegiatan sudah selesai, forkopimda semuanya sudah pulang baru kejadian itu terjadi dibelakang," kata Nikson.

“Acaranya sudah selesai orang lagi makan, Forkopimda semuanya pulang baru kejadian itu dibelakang. Kami klarifikasi yang teman-teman naikan di Medsos bahwa kita melakukan sesuatu yang menyalahi marwah organisasi, apa yang kita melanggar atau merugikan organisasi, kegiatan Hari Sumpah Pemuda itu murni dari organisasi tidak ada maksud lain,” tegasnya.

Kalau melanggar atau merugikan marwah, kata dia, kecuali pihaknya memakai atribut organisasi melawan atau membuat kerusuhan itu, tetapi mereka berada pada posisi berdiri dan pihaknya tau bahwa insiden itu bukan masalah mereka.

“Jadi sangat keliru kalau ada yang mengatakan kita merendahkan marwah atau membuat sesuatu yang merugikan organisasi," tandasnya

Sementara Ketua panitia Hari Sumpah Pemuda ke-92, Yongki Kosamah mengatakan insiden itu terjadi sekitar 30 menit dan barang yang dirusaki berupa kursi dan kaca kantor distrik. “Barang dirusak warga itu kami sudah mendata dan seperti barang sewaan sepeti kursi, meja dan pot bunga ada yang rusak itu jadi tanggung jawab panitia sedangkan kaca-kaca kantor distrik Aifat Selatan yang dirusak itu kembali ke pemerintah daerah,” tutupnya.