Hina Profesi Wartawan, Wanita di Gunungsitoli Terancam Dipolisikan
Foto: Zainal Arifin Lase/monologis.id

GUNUNGSITOLI – Niati Gea alias Ina Hasrat Gea seorang wanita yang berprofesi sebagai pedagang di pasar Ya’ahowu , Kecamatan Gunungsitoli, Kota Gunungsitoli, Sumatera Utara diduga menghina profesi wartawan.

Video penghinaan itu beredar luas di masyarakat. Peristiwa itu terjadi di warung milik Niati Gea pada Selasa (15/06) lalu. Sementara korban penghinaan AZ, jurnalis media online di wilayah itu.

AZ mengungkapkan, peristiwa itu bermula saat anak perempuan Niati Gea memarahi seorang petugas pengamanan pasar di posko jaga sekuriti.

“Kabarnya ibu dan anak itu tidak terima ditegur sekuriti karena membunyikan musik keras. Niati Gea dan anaknya marah dan menghina serta meremehkan sekurity dengan memaki-maki sambil membanting kursi,” terang AZ, Kamis (17/06).

“Kebetulan saat itu saya ada di lokasi. Lalu Niati Gea melontarkan kata-kata tidak laku wartawan, saya tidak takut wartawan,” imbuhnya.

Saat peristiwa itu terjadi ada warga yang merekamnya. “Ini ada bukti video saat Niati Gea melakukan penghinaan. Durasi 1:04 detik,” imbuhnya.

AZ berencana melaporkan peristiwa yang dialaminya ke Kepolisian.

Terpisah, Setiaman Lase, salah satu Pemimpin Redaksi media online di Gunungsitoli menyayangkan perkataan Niati Gea.

“Kami minta pihak keamanan dan pengelola pasar menertibkan kalau perlu menutup warung milik Niati Gea. Karena informasi yang saya dengan wanita itu juga kerap membuat ricuh dengan pedagang atau warga sekitar pasar. Apalagi sampai menghina profesi wartawan,’ kata Setiaman.

Dirinya mendukung langkah AZ melaporkan wanita tersebut ke Polisi untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

“Wartawan dilindungi Undang-undang Pers No.40 tahun 1999. Barang siapa yang menghalang halangi tugas wartawan di pidana sekurang-kurangnya 2 tahun penjara dan denda Rp500juta,” tegasnya.