Hasil Swab Ditolak Pelabuhan Gunungsitoli, Warga Hilibadalu Talumuzoi Diisolasi
Foto: Desman Telaumbanua/monologis.id

GUNUNGSITOLI – Salah seorang warga Hilibadalu Talumuzoi berisinial DH (30) terpaksa harus menjalani isolasi di Wisma Soliga setelah hasil swab dari RSU TNI AD Padangsidimpuan yang dia bawa di tolak pihak pelabuhan Angin Gunungsitoli, Nias, Sumatera Utara (Sumut).

DH menceritakan, pada Sabtu (10/10) kemarin, dirinya dari Medan menuju Nias setelah mengikuti tahapan SKB CPNS.

Saat tiba di pelabuhan, DH menunjukan hasil swab yang dia bawa, tapi ditolak. Sempat terjadi perdebatan antara DH dengan petugas pelabuhan. Dia mempertanyakan mengapa hanya hasil swab dirinya yang tidak di terima, sementara yang lain tidak dipermasalahkan.

“Saya tidak sendiri, ada 3 orang lainnya naik kapal yang sama Wira Victorya dan mereka membawa hasil swab yang juga dikeluarkan oleh RSU TNI AD Padangsidimpuan. Kenapa hanya saya yang ditolak,” ungkap DH.

Hasil swab dari RSU TNI AD Padangsidimpuan itu dikeluarkan pada 9 Oktober 2020.

“Kami berempat satu kapal menggunakan dokumen yang sama yaitu swab test COVID-19 AG FIA,” jelasnya.

DH menjelaskan, tim gugus tugas COVID-19 di pelabuhan Gunungsitoli menyatakan hasil swab yang dia bawa tidak berlaku karena tidak menggunakan PCR, jadi dia harus diisolasi.

"Yang aneh ketiga orang yang menggunakan dokumen seperti saya bisa lolos, kenapa saya tidak. Bahkan saya sampai berdebat dengan para dokter dan petugas gugus tugas COVID-19 yang bertugas di pelabuhan dan berbagai alasan pembenaran," ungkapnya.

DH menegaskan, hanya minta peraturan ditegakan seadil-adilnya, jangan ada pengecualian.

“Saya mohon kepada gugus tugas COVID-19 khususnya Gunungsitoli dan Instansi terkait untuk tidak membeda-bedakan pemberlakuan peraturan kepada warga,” harapnya.

Terpisah juru bicara gugus tugas COVID-19  Gunungsitoli, Onahia Telaumbanua, saat dikonfirmasi melalui telepon seluler mengatakan, sudah mengetahui kabar tersebut dan sudah menindaklanjuti ke gugus tugas COVID-19 Kepulauan Nias.

“Komandan satuan gugus tugas COVID-19 yang jaga di Pelabuhan Gunungsitoli mengatakan bahwa salah seorang penumpang kapal Wira Victorya benar menunjukan swab test, tetapi dokumen yang dia bawa bukan rekam swab PCR sebagaimana yang menjadi persyaratan tapi tetapi surat tersebut kurang lebih anti bodi/anti gen saja. Itu pengakuan komandan satgas di pelabuhan," ucap Onahia.

Dia menambahkan, dokter yang jaga di pelabuhan juga sudah berkoordinasi dengan dokter yang mengeluarkan swab test di rumah Sakit TNI AD Padangsidimpuan dan pihak rumah sakit membenarkan bahwa yang dikeluarkan bukan swab PCR sebagaimana persyaratan untuk penyebangan.

Namun saat ditanya terkait 3 orang lainnya yang berhasil lolos, Onahia mengatakan tidak mengetahui sedetail itu. Dia mengarahkan wartawan untuk menanyakan hal itu ke petugas yang terlibat di pelabuhan.

Sementara, salah seorang petugas Danpos gugus tugas COVID-19 Kepulauan Nias yang bertugas di pelabuhan Gunungsitoli, Kapt Lanal Heri membenarkan adanya kejadian tersebut.

"Ya salah seorang yang diisolasi dikarenakan hasil swab yang ditunjukan bukan hasil swab PCR , melainkan swab test antibodi,” kata Heri.

Mengenai dugaan perbedaan perlakuan petugas kepada tiga orang lainnya, Heri menjelaskan, DH mengaku bersama 3 orang yang membawa dokumen sama, tapi saat ditanya dimana ketiga orang tersebut DH tidak dapat menunjukkan.

“Petugas KSOP juga sudah memeriksa di kapal namun tiga orang tersebut tidak ada. Saat ditanyakan alamat ketiga orang itu DH juga tidak dapat menjelaskannya,” ungkap Heri.

Heri menegaskan, satgas COVID-19 Kepulauan Nias sedang melacak kebenarannya informasi ketiga orang tersebut, termasuk melacak dokumen penumpang itu di Sibolga. “Satgas secara tegas tidak ada perlakuan yang berbeda kepada penumpang di pelabuhan,” tegasnya lagi.

“Apa bila sudah kita temukan alat masing-masing ketiga orang tersebut maka kita akan melakukan penjemputan," tutup Heri.