Dinkes Tebo Kekurangan Vaksin untuk Remaja
Foto: Ilustrasi/Istimewa

TEBO – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tebo, Jambi mengaku kekurangan vaksin untuk remaja usia 12 sampai 18 tahun.

“Pengalokasian vaksin yang tersedia saat ini hanya cukup untuk vaksinasi tahap pertama saja. Selanjutnya untuk pelaksanaan tahap dua ketersediaan vaksin belum mencukupi,” ungkap Kepala Dinkes Tebo, Riana Elisabeth, Rabu (14/07).

Riana mengatakan, pihaknya masih menunggu petunjuk dari pusat dan provinsi terkait kedatangan vaksin tahap dua.

“Untuk remaja yang tersebar di 12 kecamatan di Tebo dengan sasaran total 254.000 vaksinasi. Sementara yang baru menerima vaksinasi sekitar 35 ribuan atau 22 persen,” ungkapnya.

Sementara secara keseluruhan vaksinasi yang terdistribusi terdiri dari karyawan pabrik 22.900, lansia 19.500, masyarakat umum 175.000 dan remaja 35 ribu.

“Sisa vaksin saat ini ada berkisar 88 ribuan yang tersebar di Puskesmas dan dalam waktu dekat akan terpakai,” ujarnya.

Riana mengatakan, Bio Farma informasinya sudah bersedia untuk menghantarkan vaksin ke Kabupaten Tebo. Jenis vaksin yang akan dikirim nantinya adalah jenis Sinofharm.

“Animo masyarakat untuk vaksin bagus banget. Sekarang aja kalau teman-teman kita lihat mereka rata-rata sampai berduyun-duyun mendatangi tempat pustu vaksinasi,” ujar Riana.

Kepada kepala Puskesmas se-Kabupaten Tebo Riana mengimbau agar mengatur jam kedatangan masyarakat, jangan sampai ada penumpukan atau kerumunan guna menghindari terjadinya lonjakan kasus COVID -19.

“Untuk diketahui penambahan pasien COVID kemarin ada 33pasien dari total kasus  900-an di Tebo. Informasi yang masuk hari ini untuk di rumah sakit saja sudah ada 12 orang yang konfirmasi positif, dimana 6 orang lagi nunggu hasil swab,” kata dia.

Riana mengimbau, untuk mencegah penularan yang pertama harus vaksinasi, kedua penerapan prokes  seperti memakai masker dengan benar, cuci tangan dengan sabun, jaga jarak, kurangi mobilitas, hindari berkumpul, hindari makan bersama

“Karena makan bersama itu kita ngobrol-ngobrol biasanya nggak tahunya sekarang siapa diantara kita yang positif. “Di mana tidak cukup dengan istilah 3M lagi, tetapi  sekarang sudah berkembang menjadi 5M–7M, pokoknya protect,” tegas Riana.

Dia menyampaikan, saat ini jenis virus varian delta penyebarannya hanya lima belas detik, “Itu sangat berbahaya,“ pungkas Riana.